Senin 28 May 2018 11:33 WIB

Calhaj Indonesia Diistimewakan di Bandara Saudi

Bakal ada jalur khusus kedatangan calhaj asal Indonesia di bandara.

Rep: Fitriyan Zamzamu/ Red: Agung Sasongko
Jamaah haji embarkasi SOC 48 saat berada di Paviliun Haji Bandara Amir Muhammad Bin Abdul Aziz, Madinah, Kamis (21/9). Sebanyak 14 kloter berangkat di hari kedua pemulangan jamaah dari Madinah.
Foto: Republika/Ani Nursalikah
Jamaah haji embarkasi SOC 48 saat berada di Paviliun Haji Bandara Amir Muhammad Bin Abdul Aziz, Madinah, Kamis (21/9). Sebanyak 14 kloter berangkat di hari kedua pemulangan jamaah dari Madinah.

IHRAM.CO.ID, JAKARTA - - Calon jamaah haji (calhaj) asal Indonesia agaknya akan kian diistimewakan dalam penyelenggaraan ibadah haji tahun ini. Rencananya, bakal ada jalur khusus kedatangan calhaj asal Indonesia di Bandara King Abdul Azziz, Jeddah, dan Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz, Madinah.

"Akan dibuatkan jalur khusus yang tidak tercampur jamaah negara lain. Jamaah juga tidak perlu bawa koper, tapi langsung diantarkan ke kamar jamaah, " kata Direktur Pelayanan Haji Luar Negeri Sri Ilham Lubis dalam paparannya di Asrama Haji Pondok Gede, Senin (27/5).

Keistimewaan itu terkait dengan rencana penerapan perekaman biometrik di embarkasi-embarkasi Tanah Air. Sebelumnya, perekaman di bandara kedatangan di Arab Saudi memakan waktu lama karena jamaah akan diambil sidik jari, perekaman biometrik retina mata, pemeriksaan bagasi dengan sinar X, serta pemeriksaan kesehatan terkait kepatuhan menjalani vaksin meningitis. Hal tersebut dinilai melelahkan bagi calhaj yang baru saja turun dari penerbangan berjam-jam.

Nantinya, perekaman itu akan dilakukan di asrama-asrama haji. Sebagian dari perekaman itu juga akan diverifikasi di bandara-bandara embarkasi Indonesia dan sebagian di Arab Saudi. Di Arab Saudi nantinya, bagi yang belum diverifikasi di Indonesia, yang sebelumnya ada lima tahapan menjadi satu saja.

"Inii baru tahun uji coba. Tahun pertama diterapkan pemberangkatan langsung dari bandara kita (di Indonesia) langsung ke hotel (di Tanah Suci)," kata Sri. Menurut dia, Pemerintah Arab Saudi memilih Indonesia sebagai lokasi pilot project karena jamaahnya terkenal tertib.

Sejauh ini, pelaksanaan perekaman biometrik di Tanah Air masih dibicarakan Kementerian Agama dengan pihak terkait di Indonesia, seperti dari Angkasa Pura dan pejabat dari Arab Saudi. "Mudah-mudahan kebijakan ini bisa ,diterapkan meski di beberapa embarkasi saja, sehingga ke depannya bisa keseluruhan," kata Sri. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement