Rabu 25 Jul 2018 17:37 WIB

Sepekan, 14 Jamaah Dilarikan dari Bandara ke KKHI

Sebanyak tujuh di antaranya dirujuk lebih lanjut ke RS Arab Saudi.

Petugas kesehatan haji indonesia mengevakuasi jamaah yang sakit (ilustrasi)
Foto: Republika/Ani Nursalikah
Petugas kesehatan haji indonesia mengevakuasi jamaah yang sakit (ilustrasi)

Laporan Wartawan Republika.co.id, Fitriyan Zamzami dari Madinah, Arab Saudi.

IHRAM.CO.ID, MADINAH -- Sedikitnya 14 jamaah haji asal Indonesia langsung dirujuk untuk menjalani perawatan di Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Madinah setibanya di Bandara Amir Muhammad bin Abdulaziz (AMA) sejak Rabu (18/7) hingga Selasa (24/7). Dari jumlah itu, menurut lansiran KKHI Madinah, tujuh di antaranya dirujuk lebih lanjut ke RS Arab Saudi.

Menurut catatan Daker Bandara PPIH arab Saudi, jamaah pertama yang dirujuk setibanya di Bandara Amir Muhammad bin Abdulaziz, adalah seorang jamaah dari Kloter Dua Embarkasi Solo yang tiba pada Rabu (18/7) akibat mengeluhkan vertigo. Jamaah perempuan itu berusia 79 tahun dan langsung dilarikan ke KKIH.

Keesokan harinya, seorang jamaah perempuan dari Kloter Lima Embarkasi Solo juga dilarikan ke KKHI setelah mengalami syok karena dehidrasi tinggi. Ia pingsan begitu pesawat mendarat di Bandara AMA Madinah. Ia kemudian dibawa ke klinik bandara dan akhirnya ke KKHI.

Baca: Jamaah Sakit Dapatkan Bimbingan Ibadah

Selanjutnya ada juga jamaah asal Embarkasi Surabaya berusia 62 tahun. Ia dirujuk ke KKHI karena mengalami ulkus diabetik alias luka pada kaki yang disebabkan penyakit diabetes mellitus.

Pada 20 Juli, seorang jamaah dari Kloter Empat Embarkasi Makassar dirujuk karena mengidap atrial fibrilasi hipertiroid dan hipertensi. Yang terkini, seorang jamaah dari Embarkasi Solo, yang tiba pada Rabu (25/7) pagi waktu setempat dilarikan ke KKHI Madinah karena mengalami keram perut.

Seluruh jamaah yang dirujuk tersebut dibawa dari bandara didampingi perawat atau dokter kloter dan petugas bersangkutan. Sebagian lainnya juga didampingi keluarga masing-masing.

Hingga Rabu (25/7), hampir 50 ribu jamaah haji Indonesia telah tiba di Madinah di Bandara AMA Madinah. Mereka keluar melalui empat terminal, yaitu Terminal Fast Track, Terminal Internasional, Terminal Zero dan Terminal Haji.

Tim kesehatan yang bertugas di Bandara terdiri dari Tim Mobile dan Tim Promotif Preventif (TPP). Tim ini menyambut jamaah di pintu-pintu kedatangan tersebut untuk menemukan kasus kesehatan.

Bila jamaah kedapatan sakit, tim mobile segera menangani dan mengupayakan stabilisasi. Bila jamaah perlu dirujuk ke Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) maka tim mobile inilah yang merujuk jamaah.

Sementara itu, Tim Promotif Preventif mengimbau agar jamaah haji yang menuju ruang tunggu untuk menggunakan alat pelindung diri (APD) yang sudah dibagikan di embarkasi. "Silakan keluarkan botol semprotan yang sudah dibagikan di embarkasi, isi dengan air dan gunakan masker. Minum air sesering mungkin dan jangan menunggu haus," ucap Penanggung Jawab TPP di Bandara AMA Madinah, dr. Leni, kemarin.

Leni juga mengingatkan jamaah yang membutuhkan air minum agar jangan segan untuk bertanya di mana bisa mendapatkannya. Adapun kebiasaan jamaah di bandara adalah mencari toilet. Untuk ini, Leni berpesan agar jamaah selalu berhati-hati saat berada di toilet.

"Perhatikan mana toilet wanita dan toilet pria. Minta bantuan jamaah lain atau petugas untuk mengantar dan mengajarkan bagaimana cara menggunakan toilet," kata dia. Sejumlah jamaah yang ditemui Leni, tidak dapat membaca, sehingga kesulitan mencari toilet. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement