Saudi Batasi Volume Kendaraan di Makkah Sejak Bulan Lalu

Kamis , 04 Jul 2019, 11:50 WIB Reporter :Umi Nur Fadhilah/ Redaktur : Nashih Nashrullah
Polisi Arab Saudi mengendalikan lalu lintas kedatangan para jamaah haji  di Arafah, Makkah ,Arab Saudi, Kamis (31/8).
Polisi Arab Saudi mengendalikan lalu lintas kedatangan para jamaah haji di Arafah, Makkah ,Arab Saudi, Kamis (31/8).

IHRAM.CO.ID, MAKKAH — Pemerintah Saudi mengurangi aktivitas kendaraan keluar dan masuk kota Makkah sejak akhir bulan lalu. Kendaraan sudah dilarang memasuki kota suci Makkah dalam upaya untuk mengurangi kemacetan lalu lintas selama musim haji.

 

Arab News pada Kamis (4/7) melaporkan pos pemeriksaan keamanan ditempatkan di sejumlah perbatasan masuk Makkah. Larangan kendaraan memasuki kota Makkah mulai berlaku dari 28 Juni hingga 12 Agustus mendatang. 

Terkait

Petugas hanya mengizinkan pengemudi yang memiliki izin masuk khusus untuk melintasi batas kota. Kebijakan otoritas regional itu bertujuan memprioritaskan akses ke ribuan bus yang mengangkut calon jamaah haji (calhaj) ke dan dari situs-situs suci.

Baca Juga

“Keputusan untuk melarang masuknya kendaraan ke Makkah adalah keputusan yang penting dan strategis, dan akan memperlancar lalu lintas, memfasilitasi masuknya ribuan bus mengangkut jamaah ke wilayah tengah,” kata Presiden umum Kongsi Umum Mobil-mobil (GCS) Abdulrahman al-Harbi. 

Dia menjelaskan, wilayah pusat secara geografis berukuran kecil dan hanya mampu menerima jutaan jamaah. Karena itu, kebijakan larangan kendaraan masuk akan memudahkan bus pengangkut calhaj keluar dan masuk dalam waktu singkat.

Akun Twitter otoritas regional menuliskan, “Pos pemeriksaan keamanan di pintu masuk kota akan mengawasi pelaksanaan kebijakan.” Pengumuman itu juga menyebut pengendara yang dapat masuk Makkah adalah warga yang memegang izin haji, izin tinggal, atau izin bekerja di tempat-tempat suci selama musim haji.

“Departemen operasi GCS bertanggung jawab atas semua alat transportasi dan menyediakan layanan dan infrastruktur elektronik yang diperlukan,” ujar al-Harbi. 

Dia menilai kebijakan larangan itu akan meningkatkan proyek pemandu bus. Saat ini, peta elektronik dan teknologi modern digunakan untuk mempersingkat waktu perjalanan dan menghindari bus tersesat dan terlambat.  

Pakar transportasi Saad Jamil al-Qurshi menilai keputusan itu bertujuan menciptakan lingkungan yang sehat di Makkah dan wilayah pusat, selain mengurangi kemacetan dan asap knalpot mobil di kota. “Musim haji tahun ini menyoroti perencanaan yang tepat dan awal dari otoritas keamanan Saudi,” kata al-Qurshi. n Umi Nur Fadhilah

 

 

 

 

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini