Enam Calon Jamaah Haji di Cirebon Gagal Berangkat

Senin , 08 Jul 2019, 10:53 WIB Redaktur : Christiyaningsih
Kedatangan jamaah calon haji Indonesia Kloter JKG 1 yang mendarat pada pukul 13:30, di Gate Road Makkah Bandara Internasional Prince Mohammad Abdulaziz, Madinah, Ahad (7/7). Ini merupakan kedatangan pertama dengan menggunakan layanan fasttrack, yang hanya membutuhkan waktu 15 menit dari turun pesawat sampai jamaah menaiki bus.
Kedatangan jamaah calon haji Indonesia Kloter JKG 1 yang mendarat pada pukul 13:30, di Gate Road Makkah Bandara Internasional Prince Mohammad Abdulaziz, Madinah, Ahad (7/7). Ini merupakan kedatangan pertama dengan menggunakan layanan fasttrack, yang hanya membutuhkan waktu 15 menit dari turun pesawat sampai jamaah menaiki bus.

IHRAM.CO.ID, CIREBON -- Plt Bupati Cirebon Imron Rosyadi mengatakan, ada enam calon jamaah haji di kelompok terbang (kloter) pertama yang gagal diberangkatkan ke tanah suci. Mereka gagal berangkat dengan alasan berbeda-beda.

 

Terkait

"Di kloter pertama ini ada enam orang yang gagal berangkat," kata Imron di Cirebon pada Ahad (8/7) usai melepas calon jamaah haji di Asrama Haji Watubelah.

Baca Juga

Menurutnya keenam orang tersebut tidak bisa berangkat dikarenakan berbagai kendala seperti meninggal dunia, sakit, dan masalah administrasi. "Dua orang dikarenakan sakit, satu ditunda, satu orang meninggal dunia, dan dua lainnya tidak bisa berangkat karena masalah administrasi," ujar Imron.

Ia mengatakan seharusnya enam orang tersebut berangkat pada gelombang pertama ini. Namun karena gagal berangkat, maka yang berangkat pada Ahad (7/7) menjadi berkurang. "Harusnya 410 orang yang berangkat, namun karena enamnya gagal jadi hanya 404 yang berangkat," tuturnya.

Selain jamaah haji yang diberangkatkan pada gelombang pertama ini, ada juga sejumlah petugas haji yang ikut serta berangkat. Enam orang petugas itu terdiri dari dua TPHI, satu dokter, dua perawat, dan satu TPHD provinsi.

Imron mengingatkan kepada jamaah calon haji terkait kondisi cuaca yang sedang terjadi di Arab Saudi yang saat ini sedang panas. Ia mengimbau kepada jamaah agar tidak sering keluar jika tidak ada kepentingan untuk menghindari hal tidak diinginkan selama menjalankan ibadah. "Jangan sering keluyuran karena di sana saat ini cuacanya cukup panas," katanya.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini