269 Calhaj Asal Tasikmalaya Berangkat ke Tanah Suci Hari ini

Jumat , 19 Jul 2019, 10:20 WIB Reporter : Bayu Adji P/ Redaktur : Nashih Nashrullah
Ribuan orang mengantar calon jamaah haji di Gedung Dakwah, Kota Tasikmalaya, Senin (8/7).
Ribuan orang mengantar calon jamaah haji di Gedung Dakwah, Kota Tasikmalaya, Senin (8/7).

IHRAM.CO.ID, TASIKMALAYA – Sebanyak 269 calon jamaah haji (calhaj) beserta enam pendamping diberangkatkan dari Gedung Dakwah Kota Tasikmalaya menuju lokasi embarkasi di Bekasi pada Kamis (18/7) malam. 

 

Kepala Seksi Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Tasikmalaya, Asep Toni Supriatna, mengatakan rombongan itu berada dalam kloter 43 asal Kota Tasikmalaya dan merupakan gelombang kedua.   

Terkait

Menurut dia, seluruh calhaj dalam kondisi sehat dan siap untuk melaksanakan rukun Islam yang ke lima itu. "Semua mulus dan dinyatakan bisa berangkat," kata dia, Kamis (18/7).  

Baca Juga

Dia mengatakan, calhaj tertua yang berangkat malam itu berusia 86 tahun. Sementara calhaj paling muda berusia 18 tahun. Berdasarkan pantauan Republika.co.id, ada satu calhaj yang memakai kursi roda. Para calhaj itu diberangkatkan menggunakan tujuh bus terdiri dari enam bus utama, dan satu bus cadangan.   

Asep menambahkan, para calhaj itu akan menginap semalam di lokasi embarkasi. Baru pada Jumat (19/7) para calhaj akan diberangkatkan ke Makkah melalui Bandara Soekarno-Hatta Tangerang.   

Menurut dia, dalam keberangkatan kedua kali ini tak ada calhaj yang gagal berangkat. Hingga saat ini, hanya ada enam calhaj yang gagal berangkat dari Kota Tasikmalaya. Dua orang meninggal dunia, kecelakaan satu orang, melahirkan satu orang, dan dua orang tidak berangkat lantaran pasangannya gagal berangkat.   

Sementara rombongan terakhir dari Tasikmalaya yang tergabung dalam kloter 50 akan berangkat pada 21 Juli. Asep mengatakan, keberangkatan terakhir akan digabungkan juga dengan rombongan asal Kabupaten Tasikmalaya  

Asep menambahkan, kondisi para jamaah beserta petugas yang berangkat dalam kloter 9 asal Kota Tasikmalaya pada Senin (8/7), dalam keadaan baik. Para jamaah saat ini sudah berada di Makkah. "Perjalanan mulus dan tak ada hambatan," kata dia. 

Salah satu tim kesehatan haji, dr Santi Febrianti, mengatakan seluruh calhaj dalam kondisi fisik yang sehat. Namun, dia mengingatkan para calhaj untuk tetap menjaga pola makan dan istirahatnya. "Sekitar 3/4 ini lansia. Penyakit yang berpotensi muncul itu hipertensi dan diare," kata dia. 

Dia mengimbau, para calhaj untuk sering minum agar tak dehidrasi. Apalagi, saat ini kondisi cuaca di Arab Saudi cukup panas. Menurut dia, para jamaah akan mudah terkena penyakit jika sudah mengalami dehidrasi. "Makanya kita dari kemarin sudah ingatkan untuk minum minimal satu jam sekali," kata dia.   

Selain itu, para calhaj juga harus mewaspadai virus unta (MERS-CoV). Karena itu, selama bimbingan para calhaj selalu diimbau untuk tidak berinteraksi secara dengan unta.

Para jamaah juga dilarang mengonsumsi berbagai olahan unta. Terakhir, para jamaah juga dianjurkan selalu memakai masker, topi, kacamata, sandal, dan selalu cuci tangan. "Jadi ziarah harus masker. Soalnya, virus itu bisa menular melalui udara. Juga jangan selfie sama unta," kata dia.

Wali Kota Tasikmalaya, Budi Budiman, mengatakan para calhaj untuk meluruskan niat dan fokus untuk beribadah selama menjalani ibadah haji. Ia juga berpesan agar para calhaj menjaga nama baik Indonesia, khususnya Kota Tasikmalaya.

Selain itu, para calhaj juga diingatkan untuk selalu memperhatikan kondisi fisik selama berada di Arab Saudi. Menurut dia, menunaikan rukun Islam yang kelika itu merupakan ibadah yang memerlukan kondisi fisik yang sehat. 

Terakhir, dia meminta para calhaj untuk selalu mendoakan bangsa dan negara agar lebih maju dan diberikan keberkahan. "Titip doa juga buat saya agar selalu dilindungi Allah," kata dia kepada para calhaj yang berkumpul di Gedung Dakwah Kota Tasikmalaya. 

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini