252 Jamaah Haji Indonesia Dirawat di RS Arab Saudi

Jumat , 26 Jul 2019, 09:01 WIB Reporter :Ali Yusuf/ Redaktur : Hasanul Rizqa
Kepala Pusat Kesehatan Haji Kemenkes, PKHI, Pusat Kesehatan Haji Indonesia, Eka Jusup Singka.
Kepala Pusat Kesehatan Haji Kemenkes, PKHI, Pusat Kesehatan Haji Indonesia, Eka Jusup Singka.

IHRAM.CO.ID, JAKARTA -- Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) mencatat, sebanyak 252 jamaah haji asal Indonesia dirawat di rumah sakit di Arab Saudi. Data itu dihimpun hingga 24 Juli 2019 pukul 16.00 waktu Arab Saudi (WAS) dalam laporan tertanggal Kamis, 25 Juli 2019 yang ditujukan kepada Menteri Kesehatan (Menkes) di Jakarta.

 

"Sampai tanggal 25 jamaah haji Indonesia yang dirawat di Rumah Sakit Arab Saudi sampai saat ini berjumlah 252 orang 121 di Madinah dan 131 di Makkah," kata Kepala Pusat Kesehatan Haji Eka Jusup Singkat saat dihubungi Republika, Jumat (26/7).

Terkait

Menurut Eka yang menjadi penyebab jamaah haji masuk RS Saudi dan Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) di Makkah dan Madinah itu karena kurang minum dan kelelahan. "Hal itu kebanyakan disebabkan oleh faktor kelelahan dan dehidrasi menjadi pemicunya," ujarnya.

Baca Juga

Untuk itu, Eka meminta kepada seluruh PPIH bidang kesehatan, selalu mengingatkan jamaahnya untuk banyak minum air dan hindari aktivitas berlebihan dan tidak perlu. "Penyelenggara kesehatan haji supaya memberikan warning kepada jamaah haji untuk bisa rutin minum air. Kemudian, istirahat yang cukup karena ini faktornya," ujarnya.

Selain itu, KKHI mencatat sebanyak 455 orang orang jamaah haji telah ditangani oleh KKHI baik di Makkah maupun Madinah. Dari jumlah tersebut, sebanyak 51 orang masih dirawat. Perinciannya, 15 orang jamaah dirawat KKHI Madinah, sedangkan 36 orang jamaah dirawat KKH Makkah.

Eka berpesan, kepada seluruh jamaah yang sudah kembali ke kloternya masing-masing khususnya seluruh jamaah haji Indonesia untuk tetap menjaga pola hidup sehat.

"Tinggal perilakunya dijaga agar jamaah tetap sehat," katanya.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini