Pemerintah Indonesia tak Fasilitasi Ibadah Tarwiyah

Sabtu , 27 Jul 2019, 18:30 WIB Redaktur : Agung Sasongko
Puluhan jamah haji yang menjalankan sunnah Tarwiyah menuju Mina di depan Terowongan Malik Fahd atau depan Kantor Misi Haji Indonesia, Makkah, Arab Saudi, Kamis (2/10) siang waktu arab saudi.(Republika/Zaky Alhamzah)
Puluhan jamah haji yang menjalankan sunnah Tarwiyah menuju Mina di depan Terowongan Malik Fahd atau depan Kantor Misi Haji Indonesia, Makkah, Arab Saudi, Kamis (2/10) siang waktu arab saudi.(Republika/Zaky Alhamzah)

IHRAM.CO.ID,  Oleh Muhammad Hafil dari Makkah, Arab Saudi

 

Terkait

MAKKAH -- Pemerintah Indonesia melalui Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi tak memfasilitasi jamaah haji yang ingin melaksanakan tarwiyah. Karena, pemerintah fokus untuk pelaksanaan wukuf.

Baca Juga

"Ada sebagian jamaah yang akan melaksanakan tarwiyah yang merupakan salah satu sunah dalam ibadah haji. Namun, pemerintah Indonenesia tak melaksanakan, mengagendakan, dan memprogramkan pelaksanaan ibadah tarwiyah untuk seluruh jamaah haji Indonesia," kata Kepala PPIH Arab Saudi Daker Makkah, Subhan Cholid, Sabtu (27/7).

Subhan menjelaskan, pertimbangannya adalah pelaksanaan tarwiyah berlangsung pada 8 Dzulhijah atau satu hari menjelang wukuf di Arafah pada 9 Dzulhijah. Sementara, wukuf di Arafah adalah rukun haji dengan waktu yang sangat pendek.

"Dengan pertimbangan keabsahan haji, pemerintah berkonsentrasi pada rukun hajinya yaitu wukuf di Arafah," kata Subhan.

Menurut Subhan, jika PPIH berkonsentrasi pada tarwiyah, dikhawatirkan ada sebagian jamaah karena satu dan lain hal tidak bisa melaksanakan wukuf. Maka, tarwiyah menjadi pilihan bagi jamaah, pemerintah tidak  melaksanakan prosesi tarwiyah itu sendiri.

Namun, Subhan menjelaskan, bagi jamaah haji yang ingin melaksanakan tarwiyah, diharap untuk tetap melapor kepada PPIH. "Bagi jamaah yang hendak melaksanakan tarwiyah kami mengharapkan mendaftarkan diri melaporkan kepada petugas," kata Subhan.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini