Ahad 18 Aug 2019 10:08 WIB

41 Jamaah Haji Asal Jabar Meninggal Dunia

Sebanyak 39 jamaah haji asal Jabar meninggal di Arab Saudi.

Rep: Arie Lukihardianti/ Red: Nur Aini
Sejumlah jamaah haji saat tiba di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Sabtu (17/8). Kloter pertama Haji 2019 telah kembali selamat di Indonesia.
Foto: Republika/Putra M. Akbar
Sejumlah jamaah haji saat tiba di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Sabtu (17/8). Kloter pertama Haji 2019 telah kembali selamat di Indonesia.

IHRAM.CO.ID, BANDUNG -- Plh Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat Daud Achmad menyambut kepulangan kelompok terbang (kloter) pertama jamaah haji 1440 Hijriah/2019 di Asrama Embarkasi Jakarta Bekasi, Jawa Barat, Ahad (18/8). Jamaah kloter pertama yang tiba itu berasal dari Kabupaten Bogor sebanyak 404 jamaah. 

Menurut Kepala Perwakilan Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Barat Bukhori, kloter I dari Kabupaten Bogor berjumlah 410 orang yang terdiri atas 404 jemaah haji dan 6 petugas haji. Dalam kloter tersebut, ada satu orang meninggal dunia atas nama Achmad Suparman saat berada di Madinah. Slot tersebut kemudian diisi oleh Firdaus Solihin dari Kota Depok.

Baca Juga

Bukhori mengatakan, jumlah jamaah haji  yang meninggal dunia berjumlah 41 orang. Riciannya, 39 orang meninggal dunia di Arab Saudi dan 2 orang meninggal dalam perjananan menuju Tanah Suci.

"Dan masa operasional kepulangan jemaah haji dilaksanakan selama 29 hari, yaitu dimulai pada tanggal 17 Agustus sampai dengan 14 September 2019," ujar Bukhori.

Sedangkan, jumlah jamaah dan petugas haji yang berangkat melalui embarkasi Jakarta Bekasi, kata dia, yaitu dengan total sebanyak 39.429 orang. Jumlah tersebut terdiri atas jamaah sebanyak 38.847 orang. "Untuk petugas terdiri TPHI, TPIHI, TKHI, dan TPHD sebanyak 582 orang," katanya.

Plh Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat Daud Achmad berharap, para jamaah menjadi haji yang mabrur. Selain itu, ia meminta para jamaah untuk menyebarkan kebaikan di wilayah masing-masing dan mampu menjaga citra sebagai muslim.

"Karena bagaimanapun, perasaan atau perilaku kita itu berubah setelah melaksanakan ibadah haji. Serta pasti menjadi lebih baik dan itu bisa diterapkan di lingkungan masing-masing dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara," ujar Daud.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement