Rabu 08 Apr 2020 23:09 WIB

Manasik Haji Via Medsos, IPHI: Terjun ke Daerah Terpencil

Sosialisasi manasik haji jangan hanya menunggu jamaah yang datang.

Rep: Zahrotul Oktaviani/ Red: Muhammad Fakhruddin
Manasik Haji Via Medsos, IPHI: Terjun ke Daerah Terpencil. Foto ilustrasi manasik online.
Foto: Dok PPPA
Manasik Haji Via Medsos, IPHI: Terjun ke Daerah Terpencil. Foto ilustrasi manasik online.

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Menyebarnya pandemi global Covid-19 berdampak pada proses persiapan pelayanan haji 2020. Kemenag saat ini tengah menyiapkan program bimbingan manasik haji melalui media sosial.

Perihal rencana Kemenag yang ingin membagikan materi bimbingan manasik menggunakan media sosial dan situs resmi Kemenag, Ketua Umum PP Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Ismed Hasan Putro mengatakan cara itu sah saja dilakukan. Terlebih, saat ini hampir setiap wilayah bisa dijangkau kemajuan teknologi.

"Untuk daerah terpencil, maka Kemenag melalui timnya harus terjun untuk sosialisasi. Jangan hanya menunggu jamaah yang datang. Entah turun langsung atau memanfaatkan media elektronik, televisi dan radio," kata Ismed, Rabu (8/4).

Untuk layanan bimbingan manasik kepada jamaah, Ismed menyebut di beberapa daerah sudah dilakukan sejak Oktober 2019. Khusus di keluarga besar IPHI, manasik bahkan sudah dilakukan sejak September 2019. Dengan durasi yang cukup lama, ia menilai pengetahuan dan bekal yang dimiliki jamaah sudah cukup. Intensitas pertemuan dan ilmu yang dimiliki sudah mumpuni.

 

Program bimbingan manasik haji melalui media sosial dilakukan untuk menyiasati agar program Bimbingan Manasik Sepanjang Tahun Kementerian Agama tetap dapat berjalan optimal, di tengah keterbatasan kondisi akibat pandemi global Covid-19.

 

 

 

“Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (Ditjen PHU) sedang menyiapkan manasik melalui media sosial, yang InsyaAllah dalam waktu dekat akan kita luncurkan melalui web Kementerian Agama,” ujar Direktur Bina Haji, Khoirizi, beberapa waktu lalu.

Ia lantas mengajak seluruh stake holder penyelenggaraan ibadah haji Indonesia, mulai dari Kepala Seksi PHU Kota, Kabid PHU Provinsi, Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU), para tenaga pembimbing haji bersertifikat, hingga alumni petugas haji agar bahu-membahu dalam pemberian bimbingan manasik. 

Ia berharapan semua kepala bidang serta kepala seksi PHU dapat memberikan pencerahan kepada jamaah, baik secara langsung atau melalui stake holder. Stake holder yang dimaksud adalah KBIHU serta tenaga pembimbing bersertifikasi.

"Manfaatkan itu semaksimal mungkin, untuk dapat memberikan manasik kepada jamaah sehingga mendapatkan pengetahuan yang cukup,” lanjutnya. Bimbingan manasik haji merupakan bagian dari pelayanan, pembinaan, dan perlindungan bagi jemaah haji. 

 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement