Kamis 16 Apr 2020 12:26 WIB

Muslim di Inggris Diimbau Tunda Pemesanan dan Kontrak Haji

Inggris belum mendapat kepastian soal haji tahun ini.

Rep: Kiki Sakinah/ Red: Muhammad Hafil
Muslim di Inggris Diimbau Tunda Pemesanan dan Kontrak Haji. Foto: Jamaah haji sedang melaksanakan shalat wajib di Masjidil Haram pada musim haji 1440 H / 2019 M (Ilustrasi).
Foto: Muhammad Hafil/Republika
Muslim di Inggris Diimbau Tunda Pemesanan dan Kontrak Haji. Foto: Jamaah haji sedang melaksanakan shalat wajib di Masjidil Haram pada musim haji 1440 H / 2019 M (Ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID,LONDON -- Muslim di Inggris yang berencana untuk menunaikan ibadah haji tahun ini diimbau untuk menunda pelaksanaan kontrak dengan operator tur haji karena ketidakpastian haji tahun ini akibat wabah virus corona. Dewan Haji Inggris (CBHUK) mengeluarkan imbauan itu pada Rabu (15/4), dalam kemitraan dengan Konsulat Inggris di Jeddah, Kepolisian Kota London, Standar Perdagangan Birmingham dan Otoritas Penerbangan Sipil.

Pemerintah Arab Saudi telah menghentikan sementara kegiatan umroh. Karena itu, kekhawatiran juga semakin meningkat akan nasib pelaksanaan ibadah haji tahun ini. Pendiri sekaligus CEO CBHUK, Rashid Mogradia, menyarankan Muslim di negara itu untuk menunda pemesanan haji sampai ada kejelasan tentang kondisi penyebaran Covid-19 ini.

Baca Juga

Ia lantas memuji langkah pemerintah Arab Saudi dalam memperhatikan kesehatan dan kesejahteraan umat Islam dari seluruh dunia yang ingin menunaikan haji dan umrah. Dalam hal ini, Saudi telah menangguhkan kegiatan umroh.

Konsul Jenderal Inggris di Jeddah, Seif Usher, menyarankan Muslim Inggris untuk menunggu sembari memantau pengumuman dari otoritas Saudi sebelum merencanakan haji dan umroh.

 

"Kantor Luar Negeri (FCO) baru-baru ini menyarankan warga negara Inggris atas semua perjalanan tidak penting ke seluruh dunia untuk jangka waktu tidak terbatas," kata Usher, dilansir di Arab News, Kamis (16/4).

Seorang anggota parlemen Inggris dan ketua Kelompok Parlemen Semua-Partai untuk Haji dan Umrah, Yasmin Qureshi, juga menyarankan Muslim di negara itu untuk mengikuti saran dari otoritas Saudi dan menunda rencana haji mereka sampai ada kejelasan kondisi terkait wabah virus corona.

Sementara itu, Action Fraud, pusat pelaporan nasional Inggris untuk kasus penipuan dan kejahatan dunia maya, juga memperingatkan bahwa pelaku kriminal akan menggunakan setiap kesempatan untuk melakukan penipuan. Dikatakan, bahwa pasar haji dan umrah juga berpotensi menjadi ladang penipuan.

Guna menghindari agar tidak menjadi korban penipuan terkait haji, Action Fraud dan CBHUK mendorong orang-orang untuk memastikan bahwa mereka telah memesan dengan sebuah operator pemegang lisensi ATOL (Air Travel Organizer's License), bahwa itu telah diterbitkan dengan sebuah sertifikat ATOL. Muslim diimbau agar memastikan pemesanan itu telah disetujui oleh Kementerian Haji dan Umrah Saudi. Sementara itu, bagi mereka yang terlanjur sudah melakukan pemesanan diimbau untuk menunda pembayaran angsuran lebih lanjut hingga pihak berwenang Saudi secara resmi mengumumkan penyelenggaraan haji 2020.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement