Nigeria Imbau Calon Jamaah Tetap Bersiap Jalani Musim Haji

Senin , 27 Apr 2020, 17:02 WIB Reporter :Umar Mukhtar/ Redaktur : Muhammad Fakhruddin
Nigeria Imbau Calon Jamaah Tetap Bersiap Jalani Musim Haji. Foto suasana area tawaf yang lengang di Masjidil Haram setelah Kerajaan Arab Saudi sebagai Pelayan Dua Kota Suci menghentikan sementara ibadah umrah, Jumat (6/3).
Nigeria Imbau Calon Jamaah Tetap Bersiap Jalani Musim Haji. Foto suasana area tawaf yang lengang di Masjidil Haram setelah Kerajaan Arab Saudi sebagai Pelayan Dua Kota Suci menghentikan sementara ibadah umrah, Jumat (6/3).

REPUBLIKA.CO.ID,ABUJA -- Komisi Haji Nasional Nigeria (Nahcon) menyarankan kepada seluruh calon jamaah haji untuk tetap melanjutkan persiapan musim haji 2020 ini. Hal ini sambil menunggu keputusan Kerajaan Arab Saudi ihwal penyelenggaraan ibadah haji.

 

Terkait

Kepala Urusan Publik Nahcon, Fatima Sanda Usara dalam sebuah pernyataan menyampaikan, hingga saat ini pemerintah Arab Saudi belum mengambil keputusan akhir tentang pembatalan atau sebaliknya soal ibadah haji 2020. Dia mengatakan, diperlukan persiapan agar bisa menghadapi apapun keputusan Saudi.

"Karena alasan ini, rencana (persiapan haji 2020) ini tidak diterapkan di Nigeria saja. Ada negara-negara Muslim lain yang mengambil langkah ini juga untuk mencegah ketidaksiapan pada saat-saat terakhir," katanya dilansir di laman Daily Trust, Senin (27/4).

Menyusul terjadinya pandemi wabah Covid-19, Menteri Haji Arab Saudi Mohammed Saleh Benten pada 1 April lalu mengatakan Kerajaan Saudi berupaya memberikan keselamatan para peziarah. Saudi pun mendesak negara-negara penyelenggara ibadah haji untuk menunda kontrak layanan.

Nahcon mencatat, Kerajaan Arab Saudi sebelumnya juga telah menangguhkan Umroh pada 2020 tanpa batas waktu yang ditentukan. Saudi juga tidak menyarankan untuk melakukan pembayaran ke operator mana pun untuk perjalanan Umroh 2020.

Karena itu, Nahcon mendesak setiap operator perjalanan umroh untuk tidak mendorong calon jamaah melakukan pembayaran 2020. Jika ada operator yang tanpa izin masih menagih pembayaran, maka harus segera dilaporkan ke Nahcon.

Akhir Maret lalu, Saudi kembali meminta pemerintah negara-negara penyelenggara ibadah haji menunda penuntasan kontrak-kontrak terkait ritual tersebut. Hal ini sembari menunggu pihak Saudi bisa memastikan pengaruh wabah Covid-19 terhadap perhelatan yang bakal mengumpulkan jutaan Muslim di kota suci Makkah dan sekitarnya itu.

"Kami telah meminta saudara kami, Muslim di semua negara, untuk menunggu sebelum melakukan kontrak (haji) sampai situasinya jelas," ujar Menteri Benten.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini