Saudi Kembali Catat Lonjakan Kasus Covid-19

Ahad , 17 May 2020, 09:03 WIB Reporter :Zainur Mahsir Ramadhan/ Redaktur : Fuji Pratiwi
Pengawasan lockdown di Arab Saudi. Kementerian Kesehatan Arab Saudi menyebut dalam 24 jam terakhir, ada lonjakan tajam kasus Covid-19 dimana terdapat 2.840 kasus baru.
Pengawasan lockdown di Arab Saudi. Kementerian Kesehatan Arab Saudi menyebut dalam 24 jam terakhir, ada lonjakan tajam kasus Covid-19 dimana terdapat 2.840 kasus baru.

REPUBLIKA.CO.ID, RIYADH – Kementerian Kesehatan Arab Saudi menyebut ada peningkatan tajam Covid-19 di sana. Dalam 24 jam terakhir, setidaknya ada 2.840 kasus baru, sehingga totalnya kini menjadi 52.016 kasus.

 

Terkait

Namun demikian, ada juga penambahan 1.797 pasien baru yang sembuh di waktu yang sama. Alhasil menurut Jubir Kemenkes Saudi, Muhammad Al-Abdel Ali, jumlah pasien sembuh kini bertambah menjadi 23.666 orang.

Baca Juga

Mengutip Saudigazzete, Ahad (17/5), korban meninggal dalam 24 jam terakhir juga bertambah sebanyak 10 orang. Jumlah itu menggenapkan pasien Covid-19 yang meninggal menjadi 302 orang.

Dalam jumlah pasien baru itu, Riyadh menduduki puncak daftar kasus dengan 839 kasus, diikuti oleh Jeddah 450 kasus, Makkah 366 kasus, Madinah 290 kasus, dan Dammam 180 kasus.

Ada juga 89 kasus di Diriyah, 80 kasus di Qatif, 78 kasus di Al-Khobar, 75 kasus di Jubail, 57 kasus di Taif, 50 kasus di Yanbu, 49 di Hufof, 38 kasus di Tabuk, 24 kasus di Buraidah, 20 kasus di Hafr Al Batin, 19 kasus di Wadi Al Dawasir, 15 kasus di Dhahran dan 13 kasus di Bqeeq.  Sisanya sekitar 100 kasus dilaporkan dari kota-kota kecil di seluruh Saudi.

Sebanyak 2.840 kasus baru yang terkonfirmasi itu diketahui pihak otoritas setelah adanya 18.285 tes baru. Sementara itu, menurut Al-Abdel, Hingga kini Arab Saudi telah melakukan tes Covid-19 pada 570.360 orang warganya di seluruh wilayah Saudi.

Dalam upaya terbaru untuk memperlambat penyebaran virus, Arab Saudi pada pekan lalu juga telah mengumumkan mereka akan memberlakukan lockdown 24 jam penuh pada libur Idul Fitri pekan depan.

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini