DPR Ajak Menag Sosialisasi Pembatalan Haji

Jumat , 26 Jun 2020, 18:51 WIB Redaktur : Ani Nursalikah
DPR Ajak Menag Sosialisasi Pembatalan Haji. Anak-anak melintasi area tempat latihan manasik Haji di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Jumat (26/6). Asrama Haji Pondok Gede tidak menyelenggarakan kegiatan karantina dan pembekalan sebelum berangkat ibadah ke tanah suci tahun ini karena pemerintah Indonesia membatalkan seluruh pemberangkatan haji akibat pandemi virus Corona. Republika/Putra M. Akbar
DPR Ajak Menag Sosialisasi Pembatalan Haji. Anak-anak melintasi area tempat latihan manasik Haji di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Jumat (26/6). Asrama Haji Pondok Gede tidak menyelenggarakan kegiatan karantina dan pembekalan sebelum berangkat ibadah ke tanah suci tahun ini karena pemerintah Indonesia membatalkan seluruh pemberangkatan haji akibat pandemi virus Corona. Republika/Putra M. Akbar

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Komisi VIII DPR mengajak Menteri Agama Fachrul Razi bermitra menyosialisasikan pembatalan haji Indonesia seiring keputusan Arab Saudi yang pada 2020 hanya menerima jamaah dari warganya sendiri dan yang sudah ada di negara itu.

 

Terkait

"Perlu sosialisasi bersama Komisi VIII dan Kemenag di pelosok negeri ini," kataKetua Komisi VIII DPR Yandri Susanto dalam Rapat Kerja DPR dengan Kemenag yang dipantau daring dari Jakarta, Jumat (26/6).

Baca Juga

Dia mengatakan anggota Komisi VIII DPR siap mendukung Kemenag dalam memberi pengertian kepada calon jamaah haji Indonesia terkait pembatalan pengiriman calhaj ke Saudi di saat pandemi Covid-19. Adapun secara lini massa, Saudi pada awal Juni 2020 tidak kunjung memberi kepastian soal keberlanjutan penyelenggaraan haji akibat Covid-19 sementara Indonesia menunggu keputusan tersebut.

Menilik persiapan yang semakin mepet dan alasan keselamatan, Menag Fachrul di awal Juni ini mengumumkan penundaan pengiriman calhaj tanpa menggelar pertemuan resmi dengan DPR. Menag sempat dicecar anggota Komisi VIII DPR karena dianggap menyalahi prosedur membatalkan pengiriman jamaah haji tahun ini tanpa melakukan pembicaraan dengan DPR.

Kemudian, pada pertengahan Juni akhirnya kepastian yang ditunggu Indonesia dan sejumlah negara pengirim jamaah haji diumumkan. Dalam keputusannya, Saudi membatasi berhaji 2020 hanya dibolehkan untuk warganya sendiri dan orang asing yang saat ini sudah berdomisili di teritorial kerajaan tersebut.

Yandri sendiri mengatakan, sudah melakukan rapat internal yang memutuskan siap pasang badan terdepan dalam memberi pemahaman kepada calhaj Indonesia dan keluarga kerabatnya terkait pembatalan pengiriman jamaah haji karena pandemi Covid-19.

Menurut dia, jamaah perlu diberi pemahaman karena mereka paling merasakan dampak penundaan pengiriman jamaah ke Dua Tanah Suci (Haramain). "Mereka menunggu sekian tahun dan batal. Saudi membatasi agar tidak mendatangi Tanah Suci tahun ini kecuali yang bermukim atau di sekitarnya."

Yandri berharap Kemenag bersama DPR dapat mengatur WNI di Saudi saat ini untuk dapat melaksanakan ibadah haji. Selain itu, dia mengingatkan pembatalan haji tahun ini memberi dampak yang luas.

Selain jamaah, sejumlah sumber daya manusia dan anggaran terganggu terlebih mereka yang berkecimpung dalam bidang hotel, katering, transportasi dan unsur terkait lainnya. "Saya kira sentuhan kepada jamaah atau masyarakat terdampak pembatalan haji 'kan banyak, katering juga berdampak, walimatul safar batal, manasik bimbingan haji batal," kata dia.

 

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini