Rabu 15 Jul 2020 08:59 WIB

Kasus Corona Arab Saudi Stabil dan Terkendali

Arab Saudi telah melihat sedikit penurunan kurva dalam jumlah total kasus.

Kasus Corona Arab Saudi Stabil dan Terkendali. Ilustrasi Lawan Corona.
Foto: Republika
Kasus Corona Arab Saudi Stabil dan Terkendali. Ilustrasi Lawan Corona.

REPUBLIKA.CO.ID,RIYADH -- Arab Saudi pada Selasa (14/7) mencatat sebanyak 2.692 kasus baru Covid-19 dan tingkat pemulihan terbesar dari 7.718 kasus. Ada juga tambahan 40 kematian karena komplikasi Covid-19, sehingga menambah jumlah kematian menjadi 2.283.

Dilansir dari Saudi Gazette, Arab Saudi saat ini memiliki 237.803 total kasus yang dikonfirmasi, tertinggi di wilayah GCC. Namun, tingkat pemulihan Kerajaan berada di 75 persen dengan 177.560 orang telah pulih pada 10 Juli.

Menurut juru bicara Kementerian Kesehatan Dr. Muhammad Al-Abdel Ali, jumlah kasus virus corona yang dikonfirmasi di Arab Saudi telah stabil dalam beberapa hari terakhir.

Ada juga penurunan 1,5 persen dalam kasus-kasus kritis selama seminggu terakhir, Dr. Al-Abdel Ali menambahkan pada briefing hariannya. "Kami telah melihat kontrol dan stabilitas dalam jumlah kasus selama tujuh hari terakhir," kata juru bicara itu.

Dia juga mengatakan bahwa Arab Saudi terus mendeteksi kasus. Namun, Kementerian Kesehatan telah melihat sedikit penurunan kurva dalam jumlah total kasus.

Meskipun melihat sedikit peningkatan di Kerajaan, kasus terus meningkat secara global dan orang-orang harus kembali ke "normal" dengan hati-hati, kata Dr. Al-Abdel Ali.

Jeddah menduduki puncak daftar pada hari Selasa dengan 263 infeksi baru. Itu diikuti oleh 220 di Hufof, 211 di Riyadh, 189 di Mobarraz, 141 di Abha, 134 di Dammam, dan 112 di Hail. Ada 81 dan 75 kasus masing-masing di Makkah dan Madinah, kata juru bicara itu.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini

Apakah internet dan teknologi digital membantu Kamu dalam menjalankan bisnis UMKM?

  • Ya, Sangat Membantu.
  • Ya, Cukup Membantu
  • Tidak
Advertisement
Yuk Ngaji Hari Ini
كَانَ النَّاسُ اُمَّةً وَّاحِدَةً ۗ فَبَعَثَ اللّٰهُ النَّبِيّٖنَ مُبَشِّرِيْنَ وَمُنْذِرِيْنَ ۖ وَاَنْزَلَ مَعَهُمُ الْكِتٰبَ بِالْحَقِّ لِيَحْكُمَ بَيْنَ النَّاسِ فِيْمَا اخْتَلَفُوْا فِيْهِ ۗ وَمَا اخْتَلَفَ فِيْهِ اِلَّا الَّذِيْنَ اُوْتُوْهُ مِنْۢ بَعْدِ مَا جَاۤءَتْهُمُ الْبَيِّنٰتُ بَغْيًا ۢ بَيْنَهُمْ ۚ فَهَدَى اللّٰهُ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لِمَا اخْتَلَفُوْا فِيْهِ مِنَ الْحَقِّ بِاِذْنِهٖ ۗ وَاللّٰهُ يَهْدِيْ مَنْ يَّشَاۤءُ اِلٰى صِرَاطٍ مُّسْتَقِيْمٍ
Manusia itu (dahulunya) satu umat. Lalu Allah mengutus para nabi (untuk) menyampaikan kabar gembira dan peringatan. Dan diturunkan-Nya bersama mereka Kitab yang mengandung kebenaran, untuk memberi keputusan di antara manusia tentang perkara yang mereka perselisihkan. Dan yang berselisih hanyalah orang-orang yang telah diberi (Kitab), setelah bukti-bukti yang nyata sampai kepada mereka, karena kedengkian di antara mereka sendiri. Maka dengan kehendak-Nya, Allah memberi petunjuk kepada mereka yang beriman tentang kebenaran yang mereka perselisihkan. Allah memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki ke jalan yang lurus.

(QS. Al-Baqarah ayat 213)

Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement
Advertisement