Selasa 22 Sep 2020 20:42 WIB

Pemkot Batam Terus Lengkapi Koleksi Museum Raja Ali Haji

Museum menampilkan sejarah Batam sejak masa Kerajaan Riau Lingga.

Pemkot Batam Terus Lengkapi Museum Raja Ali Haji. Tulisan Raja Ali Haji dengan aksa Pegon (tulisan arab) berbahasa Melayu
Foto: ist
Pemkot Batam Terus Lengkapi Museum Raja Ali Haji. Tulisan Raja Ali Haji dengan aksa Pegon (tulisan arab) berbahasa Melayu

REPUBLIKA.CO.ID,BATAM -- Pemerintah Kota Batam Kepulauan Riau terus menambah koleksi di Museum Raja Ali Haji yang menceritakan sejarah peradaban kota kepulauan itu.

"Pandemi tidak menghentikan upaya kami untuk terus melengkapi museum," kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Batam, Ardiwinata, Selasa (22/8).

Museum Raja Ali Haji yang berlokasi di bangunan astaka MTQ Nasional XXV sengaja dibangun sebagai lokasi edukasi tentang perkembangan kebudayaan Batam, sekaligus destinasi wisata baru.

Museum, kata dia, menampilkan sejarah Batam sejak masa Kerajaan Riau Lingga, Belanda, Temanggung Abdul Jamal, Jepang, masa Kemerdekaan Indonesia, Pemerintah Kabupaten Kepri, masa awal Otorita Batam, kepemimpinan BJ Habibie di Batam, Kota Administratif, hingga Sejarah Astaka, Khasanah Melayu, dan pembangunan infrastruktur kota kepulauan itu.

Museum juga dilengkapi dengan foto, keramik kuno peralatan upacara adat, dan peninggalan bersejarah lainnya. "Ada banyak benda bersejarah yang bisa diketahui ketika mereka berkunjung ke Museum Batam," kata dia.

Sementara itu, Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Batam, Muhammad Zen, menyatakan pihaknya melengkapi koleksi museum dengan foto sejarah masa Riau-Lingga.

Foto yang baru dipajang, antara lain gambar Raja Ali Haji, seorang pengarang Melayu abad ke-18 yang termasyhur, Sultan Abdul Raham Muazzam Syah III, Sultan Abdul Raham Muazzam Syah II dan foto Raja Ali Kelana Ibni Raja Muhammad Yusuf al-Ahmadi sebagai Kelana Kerajaan Riau Lingga Tahun 1896.

Koleksi foto makin lengkap dengan gambar suasana prosesi penabalan atau pelantikan Sultan Abdul Rahman Muazzam Syah II di Pulau Penyengat pada tahun 1885.

"Ada pula koleksi foto perempuan Melayu Daik Lingga sedang mengenakan pakaian khas Melayu Tudung Manto dan Kebaya Labuh dan foto prosesi mandi tabal Sultan Abdul Rahman Muazzam Syah II serta ruang pelamin dalam istana di Pulau Penyengat," kata dia.

Ia menyampaikan, saat ini tim Disbudpar Batam juga tengah menyiapkan foto-foto lainnya untuk memperkaya koleksi yang akan dipajang di Museum Batam Raja Ali Haji. "Kita sedang menyiapkan barang koleksi lainnya, sehingga semakin lengkap isi koleksi Museum Batam Raja Ali Haji," kata dia.

 

sumber : ANTARA

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement