Cina Mulai Larang Pelaksanaan Haji Independen

Jumat , 16 Oct 2020, 12:58 WIB Reporter :Alkhaledi Kurnialam/ Redaktur : Muhammad Subarkah
Sejumlah petugas berseragam nampak mengawasi jamaah haji Cina di Bandara Kingabdulaziz, Jeddah, Kamis (30/1). Tanpa emblem kesatuan dan hanya dilengkapi badge bendera Cina, mereka mengawal para jamaah hingga ke pesawat.
Sejumlah petugas berseragam nampak mengawasi jamaah haji Cina di Bandara Kingabdulaziz, Jeddah, Kamis (30/1). Tanpa emblem kesatuan dan hanya dilengkapi badge bendera Cina, mereka mengawal para jamaah hingga ke pesawat.

IHRAM.CO.ID,  BEIJING--Pemerintah Cina memperkenalkan aturan baru yang melarang ziarah seperti haji dan umroh secara pribadi atau independen ke Makkah. Sebuah langkah yang menurut pengamat adalah upaya lain oPartai Komunis untuk mengendalikan urusan agama.

 

Terkait

Aturan yang dikeluarkan pada hari Senin (12/10) tersebut berlaku untuk aktifitas ziarah Muslim untuk urusan seperti ibadah haji. Lembaga negara urusan agama setempat mengatakan semua perjalanan ke Arab Saudi harus diatur oleh Asosiasi Islam China, sebuah organisasi yang dikendalikan partai di sana.

 “Asosiasi harus mendidik peserta haji tentang perilaku patriotik dan aman, memperkuat manajemen peserta, dan mencegah infiltrasi pemikiran dan perilaku ekstremis agama yang membahayakan keamanan nasional,” kata pemerintah dalam peraturan tersebut seperti dilansir situs South China Morning Post, Kamis (15/10).

Seperti diketahui, Pemerintah Cina mendapat kecaman keras internasional karena penindasannya terhadap kegiatan keagamaan di wilayah paling barat Xinjiang.

Kelompok hak asasi manusia bahkan memperkirakan ada lebih dari 1 juta orang Uygur berbahasa Turki dan beragama Islam telah ditahan di kamp-kamp pengasingan dan tidak sedikit menjadi sasaran kerja paksa. 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini