Al-Sheikh Desak Mitra GCC Sebarkan Prinsip Luhur Islam

Jumat , 20 Nov 2020, 14:15 WIB Reporter :Zahrotul Oktaviani/ Redaktur : Muhammad Hafil
Al-Sheikh Desak Mitra GCC Sebarkan Prinsip Luhur Islam. FotoMenteri Urusan Bimbingan Islam Arab Saudi Dr. Abdullatif Al-Sheikh
Al-Sheikh Desak Mitra GCC Sebarkan Prinsip Luhur Islam. FotoMenteri Urusan Bimbingan Islam Arab Saudi Dr. Abdullatif Al-Sheikh

IHRAM.CO.ID, RIYADH -- Menteri Urusan, Panggilan dan Bimbingan Islam Arab Saudi, Sheikh Dr. Abdullatif Al-Sheikh, mendesak rekan-rekan di anggota Dewan Kerjasama Teluk bekerja menyebarkan prinsip-prinsip Islam yang baik. Termasuk di dalamnya perihal moderasi, menyerukan toleransi, belas kasihan dan kerja sama berdasarkan prioritas.

 

Terkait

Al-Sheikh juga memperingatkan perihal eksploitasi pemuda yang dilakukan organisasi maupun kelompok teroris. Eksploitasi ini berhasil memikat dan mendorong mereka ke arah kekerasan, ekstremisme dan terorisme.

Baca Juga

Pernyataan tersebut disampaikan Menteri Al-Sheikh pada sesi pembukaan pertemuan keenam para menteri GGC yang bertanggung jawab atas urusan dan wakaf Islam.

Dalam sesi virtual yang dipimpin oleh Uni Emirat Arab, Al-Sheikh memuji koordinasi yang berhasil dilakukan antara kementerian yang membidangi urusan Islam, dalam meningkatkan prinsip dan perlindungan anak muda dari penyimpangan dan tren intelektual anti-Islam.

“Kita bertemu pada saat dunia, termasuk dunia Islam kita, menghadapi tantangan yang belum pernah terjadi sebelumnya. Ekstremisme, terorisme dan sektarianisme telah menjadi momok global," kata dia dilansir di Saudi Gazette, Jumat (20/11).

Hal-hal di atas disebut muncul dan berusaha merusak fondasi negara-bangsa, menghancurkan tatanan sosial, mengancam keamanan nasional dan keamanan regional. Tak hanya itu, tindakan merusak itu perlahan mempengaruhi perdamaian dan keamanan internasional.

Dia menambahkan, bukan rahasia lagi bahwa negara-negara GCC menghadapi bahaya berbeda yang berusaha merusak kedaulatan dan keamanan. Mengingat hal itu, penting bagi setiap pihak, menteri dan pejabat yang bertanggung jawab atas urusan Islam, untuk melawannya dengan merasionalisasi pemahaman wacana agama.

"Kita arahkan ustadz dan imam masjid, dai, serta pemandu agama untuk mendorong orang agar berhati-hati dalam menghadapi peristiwa semacam itu," lanjutnya.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini