IHRAM.CO.ID, JAKARTA -- Uni Eropa pada Rabu (2/12) memperkenalkan strategi baru untuk membendung penyebaran virus corona selama musim dingin, terutama di musim liburan. Eropa mendesak warganya tetap waspada, berhati-hati selama musim dingin sampai vaksin Covid-19 bisa digunakan.
“Strategi tersebut merekomendasikan kehati-hatian dan kewaspadaan yang berkelanjutan selama periode musim dingin dan hingga 2021, ketika peluncuran vaksin yang aman dan efektif akan dilakukan,” kata pernyataan Komisi Eropa dilansir di Anadolu Agency, Kamis (3/12).
Selain itu, masih menurut pernyataan Komisi Eropa, jarak sosial dan membatasi kontak dianggap penting selama periode liburan akhir 2020 ini. “Pengujian dan pelacakan kontak penting untuk mendeteksi cluster dan memutus transmisi. Sebagian besar Negara Anggota sekarang memiliki aplikasi pelacakan kontak nasional. European Federated Gateway Server (EFGS) memungkinkan pelacakan lintas batas," kata pernyataan itu.
Komisi tersebut mendesak negara-negara anggota mengatasi efek psikologis dari pandemi dan kelelahan akibat pandemi dengan mengikuti pedoman Organisasi Kesehatan Dunia. “Komisi siap mendukung Negara Anggota jika diperlukan dalam penyebaran vaksin sesuai dengan rencana penyebaran dan vaksinasi mereka,” tambah pernyataan itu.
Komisaris Uni Eropa untuk kesehatan dan keamanan pangan, Stella Kyriakides mengatakan, setiap 17 detik seseorang kehilangan nyawanya karena Covid-19 di Eropa. Karena itu, mereka sangat mengharapkan vaksin Covid-19 benar-benar efektif untuk menghentikan penyebaran virus.
"Dengan vaksin ini adalah harapan. Semua negara anggota sekarang harus siap untuk memulai kampanye vaksinasi dan meluncurkan vaksin secepat mungkin, setelah vaksin (terbukti) yang aman dan efektif tersedia," ujarnya.
Kyriakides mengatakan musim perayaan tahun ini akan berbeda dari tahun lainnya dan menyelamatkan nyawa harus dilakukan sebelum perayaan. Berbicara setelah pertemuan virtual para Menteri kesehatan Uni Eropa, Menteri Kesehatan Federal Jerman, Jens Spahn turut buka suara dalam bincang virtual para menteri Kesehatan Uni Eropa. Menurut Jens Spahn, semua negara anggota akan memiliki akses yang sama dalam memperoleh vaksin Covid-19.
"Idenya adalah untuk memiliki vaksin yang aman dan efektif dalam pandemi dan karena hanya dengan prosedur seperti itulah kita dapat menciptakan kepercayaan dan tidak ada yang lebih penting daripada kepercayaan, sehubungan dengan vaksin. Kepercayaan pada vaksin itu penting. Jadi, setelah prosedur otorisasi berjalan, kami perlu memastikan bahwa standar kualitas yang sesuai diterapkan. Tapi kita juga perlu membawa semua sumber daya secepat mungkin,” kata Spahn.