Senin 21 Dec 2020 07:57 WIB

Tak Mengutuk Ikhwanul Muslim, Arab Saudi Pecat 100 Imam

Arab Saudi Pecat 100 Imam karena diduga Ikhwanul Muslim

Anggota Ikhwanul Muslimin Yordania di Amman, Yordania pada 31 Juli 2015
Foto: middleeasteye.net
Anggota Ikhwanul Muslimin Yordania di Amman, Yordania pada 31 Juli 2015

IHRAM.CO.ID, RIYADH --- Pemerintah Arab Saudi dilaporkan telah memecat hampir 100 imam dan penceramah di sejumlah masjid yang berada di Makkah dan Al-Qassim. Ini karena gagal mengutuk kegiatan kelompok Ikhwanul Muslimin meskipun telah ada instruksi dari pemerintah.

Menurut laporan Middle East Monitor, Kementerian Urusan Islam dan Bimbingan Dakwah Arab Saudi telah mengeluarkan instruksi bagi semua imam dan penceramah untuk mengkritik kelompok IM dan menyalahkannya karena menyebabkan perbedaan dan perpecahan dalam masyarakat.

Kementerian itu juga telah memerintahkan para pengkhotbah untuk menujukan khotbah Jumat untuk mendukung pernyataan yang baru-baru ini dikeluarkan oleh Dewan Cendekiawan Senior Saudi di mana dewan tersebut menggambarkan kelompok IM sebagai organisasi teroris yang tidak mewakili ajaran Islam yang sebenarnya namun lebih melayani kepentingan partisannya.

Karenanya penceramah masjid di seluruh Arab Saudi diberikan diktat pada bulan lalu untuk menyampaikan khotbah memperingatkan jamaah terhadap bahaya yang ditimbulkan oleh organisasi terlarang.

"Namun para dai dari Makkah dan Al-Qassim dituduh mengabaikan diktat pemerintah Saudi dan tidak mengeluarkan khotbah yang mengkritik Ikhwan," seperti dilansir Iqna.ir pada Senin (21/12).

Setelah itu Departemen Umum Urusan Islam meminta kementerian tersebut untuk menghentikan lebih dari 100 penceramah setelah proses dua minggu dari jumlah penceramah.

Ikhwanul Muslimin didirikan pada 1928 di Mesir. Pada awalnya organisasi itu menggunakan kekerasan dalam upaya mendorong masyarakat menerapkan hukum Islam. Organisasi tersebut meninggalkan kekerasan pada 1970-an dan sebagian besar beralih ke upaya demokrasi.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement