Bangka Barat Hentikan Belajar Tatap Muka di Seluruh Sekolah

Selasa , 05 Jan 2021, 00:07 WIB Redaktur : Ani Nursalikah
Bangka Barat Hentikan Belajar Tatap Muka di Seluruh Sekolah. Siswi mencuci tangan sebelum masuk kelas saat hari pertama masuk sekolah pembelajaran tatap muka. Ilustrasi
Bangka Barat Hentikan Belajar Tatap Muka di Seluruh Sekolah. Siswi mencuci tangan sebelum masuk kelas saat hari pertama masuk sekolah pembelajaran tatap muka. Ilustrasi

IHRAM.CO.ID, MENTOK -- Pemerintah Kabupaten Bangka Barat Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menghentikan sementara kegiatan belajar-mengajar tatap muka di seluruh sekolah di daerah itu.

 

Terkait

"Penghentian sementara kegiatan sekolah tatap muka ini kami lakukan untuk mengurangi risiko terjadinya penularan virus corona jenis baru atau Covid-19 yang saat ini jumlah warga yang terpapar semakin meningkat," kata Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Bangka Barat Rukiman, Senin (4/1).

Baca Juga

Ia menjelaskan kebijakan penundaan kegiatan belajar-mengajar tatap muka diberlakukan untuk seluruh sekolah yang menjadi tanggang jawab Pemkab Bangka Barat, yaitu pendidikan anak usia dini, taman kanak-kanak, sekolah dasar, dan sekolah menengah pertama.

Sesuai dengan surat edaran dari Pemkab Bangka Barat, penghentian sementara kegiatan belajar-mengajar tatap muka berlaku hingga 9 Januari 2021.

"Rencananya pada Senin (11/1) anak-anak sudah masuk sekolah tatap muka lagi, namun itu baru rencana karena kami juga akan terus melakukan pemantauan dan evaluasi. Jika jumlah kasus dan sebaran penularan Covid-19 masih tinggi kebijakan bisa diperpanjang," katanya.

Menurut dia, kebijakan itu diambil untuk melindungi anak-anak dan para guru agar tidak terjadi penularan virus di lingkungan sekolah. "Untuk sekolah yang menjadi tanggung jawab Pemprov Babel, yaitu tingkat sekolah menengah atas, sekolah kejuruan dan sekolah luar biasa juga dihentikan sementara," katanya.

Dengan adanya kebijakan tersebut, seluruh sekolah tetap akan melakukan kegiatan belajar-mengajar dengan pola dalam jaringan, untuk itu seluruh guru dan pengelola sekolah diminta tetap aktif memberikan materi pelajaran kepada anak didik masing-masing.

Kepada para orang tua juga diharapkan peran aktif untuk selalu mendampingi anak-anak agar bisa mengikuti pelajaran dengan baik. "Jangan sampai anak-anak di luar pengawasan dan bermain di luar karena kebijakan ini diambil berarti libur sekolah, namun untuk mengurangi risiko penularan virus," katanya. 

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini