Unpad Sudah Uji Klinis Lebih dari 30 Vaksin

Senin , 04 Jan 2021, 21:53 WIB Redaktur : Muhammad Fakhruddin
Petugas kesehatan mendampingi sejumlah relawan Uji Klinis Vaksin Covid-19 di Puskesmas Garuda, Jalan Dadali, Kota Bandung, Jumat (14/8). Sedikitnya 100 relawan disuntik vaksin Covid-19 setelah menjalani pemeriksaan kesehatan dan tes usap yang digelar di lima lokasi yakni Balai Kesehatan Unpad, Puskesmas Garuda, Puskesmas Dago, Puskesmas Ciumbuleuit, Puskesmas Sukapakir. Foto: Abdan Syakura/Republika
Petugas kesehatan mendampingi sejumlah relawan Uji Klinis Vaksin Covid-19 di Puskesmas Garuda, Jalan Dadali, Kota Bandung, Jumat (14/8). Sedikitnya 100 relawan disuntik vaksin Covid-19 setelah menjalani pemeriksaan kesehatan dan tes usap yang digelar di lima lokasi yakni Balai Kesehatan Unpad, Puskesmas Garuda, Puskesmas Dago, Puskesmas Ciumbuleuit, Puskesmas Sukapakir. Foto: Abdan Syakura/Republika

IHRAM.CO.ID,JAKARTA -- Sebagai satu-satunya perguruan tinggi di Indonesia yang melakukan uji klinis vaksin, Universitas Padjajaran (Unpad) di Bandung, Jawa Barat telah berhasil melakukan uji klinis lebih dari 30 vaksin sejak 2002.

 

Terkait

Hampir semua vaksin yang beredar di Indonesia, uji klinisnya dilakukan oleh Unpad. Kurang lebih 30 jenis vaksin berhasil dilakukan uji klinis oleh Unpad khususnya yang dilakukan oleh Prof. Kusnandi Rusmil dan tim dari Departemen Ilmu Kesehatan Anak FK Unpad, kata Rektor Unpad, Prof. Dr. Rina Indiastuti, M.SIE.

"Tentunya, proses uji klinis vaksin ini mengikuti alur perencanaan dan produksi vaksin yang sudah ditetapkan di Indonesia. Termasuk uji klinis vaksin COVID-19 Fase III yang saat ini sedang dilakukan berlangsung," jelas Prof. Rina dalam peluncuran International Conference COVID-19 Pandemic and Global Vaccine melalui Zoom, Senin (4/1).

Dalam acara itu, Rektor Unpad berharap bahwa konferensi internasioal mengenai penanganan COVID-19 tersebut dapat menghasilkan masukan dan rekomendasi yang mampu memberikan solusi dalam menangani pandemi virus corona di Indonesia maupun global.

International Conference COVID-19 Pandemic and Global Vaccine yang bakal berlangsung 23-25 Februari mendatang itu digelar atas kerja sama Unpad, Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Unpad, Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin), dan The Islamic Chamber of Commerce, Industry and Agriculture (ICCIA).

Ketua IKA Unpad, Irawati Hermawan, mengatakan dilema penanganan COVID-19, antara dua pilihan kesehatan atau ekonomi, harus dipecahkan dengan formulasi yang tepat sehingga pandemi tetap tertangani dengan baik dan pemulihan ekonomi nasional juga berjalan.

"Konferensi internasional ini sebagai salah satu upaya dalam menyediakan ruang bagi para pemangku kepentingan dalam merumuskan formula penanganan pandemi COVID-19 serta pemulihan ekonomi yang tepat," tambah Irawati.

Selanjutnya Irawati menambahkan bahwa untuk mewujudkan hal tersebut, konferensi internasional ini akan difokuskan dalam menjawab beberapa pertanyaan besar, seperti regulasi keamanan dan efektivitas vaksin, diplomasi Indonesia dalam penyediaan vaksin, regulasi dan sumber daya penanganan pandemi, serta pemulihan ekonomi pascapendemi.

Konferensi akan menghadirkan pembicara kunci, antara lain Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Menteri Kesehatan, dan Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, kemudian Menteri Kesehatan Saudi Arabia, Ketua Gugus Tugas COVID-19, Gubernur Jawa Barat, ICCIA, Biofarma, akademisi maupun dari sektor swasta terkait.

sumber : ANTARA
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini