Pemerintah Malaysia Salurkan Rp 6 Triliun Lebih Bantu UMKM 

Sabtu , 13 Feb 2021, 08:29 WIB Reporter :Alkhaledi Kurnialam/ Redaktur : Muhammad Hafil
Pemerintah Malaysia Salurkan Rp 6 Triliun Lebih Bantu UMKM .
Pemerintah Malaysia Salurkan Rp 6 Triliun Lebih Bantu UMKM .

IHRAM.CO.ID,KUALALUMPUR--Pemerintah Malaysia telah menyetujui 6.507 untuk membantu pembiayaan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) dalam program Rencana Pemulihan Ekonomi Nasional (PENJANA). Skema pembiayaan UMKM PENJANA dialokasikan dana sebesar RM 2 miliar atau lebih dari Rp 6 triliun. 

 

Terkait

Kepastian ini dijelaskan oleh Menteri Keuangan Tengku Datuk Seri Zafrul Tengku Abdul Aziz. Ia menyebut bantuan akan diuyamakan bagi UMKM yang belum pernah mendapatkan pembiayaan bank sebelumnya.

Baca Juga

Pembiayaan Sektor Pariwisata PENJANA untuk UMKM dan UMKM Mikro yang masih terkena dampak Covid-19, dialokasikan dana RM 1 miliar atau Rp 3 triliun. Ia juga menjelaskan, hingga 29 Januari ada 573 pengajuan pembiayaan dan dari total tersebut, 277 pengajuan sudah disetujui dengan total pembiayaan Rp 190 juta. 

“Bumiputera Relief Financing (BRF) yang diperkenalkan Perbadanan Usahawan Nasional Bhd (PUNB) dengan dana RM 200 juta (Rp 691 miliar), memperlihatkan 519 UKM menerima pendanaan RM143,8 juta (Rp 494 miliar), dibandingkan dengan 494 UKM yang menerima total RM135,5 juta (Rp 466 miliar),”ujarnya saat memaparkan laporan Pelaksanaan Stimulus Ekonomi ke-40 dan Satuan Koordinasi Antar Lembaga Nasional (LAKSANA), Rabu (10/2).

Untuk menggairahkan perekonomian, Tengku Zafrul mengatakan laporan pekan ini berfokus pada pembebasan pajak layanan untuk hotel hingga 30 Juni. Langkah ini untuk mendukung sektor pariwisata, yang nilai pembebasan pajak yang digunakan oleh operator hotel dan akomodasi telah menyentuh RM 1. 37 miliar atau lebih dari Rp 3 triliun

Dia mengatakan, di antara inisiatif untuk mendukung sektor pariwisata adalah keringanan pajak individu hingga RM1.000 atau Rp 3 juta untuk biaya perjalanan serta pembebasan penuh pajak pariwisata untuk turis asing. 

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini