Kamis 20 May 2021 19:18 WIB

Caci Jamaah, Seorang Imam Terkemuka di Tajikistan Dipecat

Tajikistan memberlakukan aturan ketat untuk para imam masjid

Rep: Dea Alvi Soraya/ Red: Nashih Nashrullah
Tajikistan memberlakukan aturan ketat untuk para imam masjid. Salah satu masjid di Tajikistan
Foto: onislam
Tajikistan memberlakukan aturan ketat untuk para imam masjid. Salah satu masjid di Tajikistan

IHRAM.CO.ID,  DUSHANBE—Otoritas Agama Tajikistan memecat seorang imam terkemuka setelah sebuah video muncul yang menampilkan Jamoliddin Nematzoda  saat mencaci-maki jamaah di masjid. Imam Masjid Agung Hazrati Muhammad di pinggiran Dushanbe itu juga dilaporkan mendorong seorang jamaah keluar dari masjid. 

Komite Urusan Keagamaan (CRA) Tajikistan mengumumkan pada 19 Mei bahwa Nematzoda,  dipecat karena gagal mematuhi peraturan masjid, dan melanggar nilai etika dan spiritual. Putra ulama Azamatullo juga dipecat dari posisinya sebagai imam di sebuah masjid yang lebih kecil di Distrik Roudaki, kata juru bicara CRA Afshin Muqim. Meski begitu Afshin tidak memberikan alasan pemecatan Azamatullo. 

Baca Juga

Rekaman yang dibagikan di media sosial tampaknya menunjukkan Nematzoda berdebat dengan salah satu jamaah  dan menggunakan kata-kata kotor di depan sekelompok besar pria.

Saksi mata mengatakan bahwa insiden itu terjadi di masjid desa Daryoobod di distrik Roudaki Nematzoda pada 7 Mei, Jumat terakhir Ramadhan.

 

Menurut para saksi mata, pertengkaran itu bermula setelah beberapa orang mengeluh karena sholat tarawih dipimpin zamatullo dan bukan imam masjid itu sendiri. Baik Nematzoda maupun putranya diketahui bukanlah imam di desa Daryoobod, dan tidak diketahui mengapa keduanya ada di sana malam itu, alih-alih mengatur tarawih di masjid masing-masing.

Para saksi mata mengatakan Nematzoda sempat marah atas keluhan yang diajukan para jamaah  dan secara fisik menghadapi salah satu pria, dengan mengatakan, “Siapa Anda untuk memprotes?" dengan nada keras. "Saya orang biasa dari [kota] Kulob," jawab jamaah itu.

Nematzoda, yang saat itu memegang mikrofon, berjalan ke arah jamaah, yang terdengar berkata, "Kamu tidak berhak untuk mengambil kerah bajuku." Kemudian Nematzoda muncul untuk menyeret pria itu keluar dari masjid sementara jamaah lainnya mencoba untuk menghentikannya namun tidak berhasil.

"Tolong jangan lakukan ini," ujar salah satu jamaah. "Itu tidak pantas untukmu. Kamu adalah imamnya," pinta yang lain.

Nematzoda kemudian melontarkan hinaan ke jamaah. “Anda tidak akan pernah bisa berdoa di masjid ini lagi,” katanya dengan pengeras suara. “Saya akan menutup masjid ini,” dia mengancam, menggunakan ekspresi gaul lokal yang kasar dan menghina. “Anda harus malu pada diri sendiri,” kata Nematzoda.

Disisi lain, Nematzoda dan putranya tidak menanggapi permintaan RFE / RL untuk menceritakan kejadian perkara dari sisi mereka. Kerabat Nematzoda mengatakan dia sakit dan sedang menjalani perawatan medis.

Sementara itu, CRA mengatakan keputusan untuk memecat ayah dan anak itu dibuat pada 18 Mei saat rapat dewan pendiri masjid. Nematzoda diketahui adalah putra mantan mufti, otoritas keagamaan tertinggi di Tajikistan.

 

Sumber: asiaplustj

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement