Israel Bungkam Kerja Para Wartawan di Palestina

Jumat , 04 Jun 2021, 14:22 WIB Reporter :Alkhaledi Kurnialam/ Redaktur : Esthi Maharani
Seorang jurnalis memegang plakat yang menggambarkan polisi sedang memukuli wartawan foto AFP demonstrasi Ahmad Gharabli menentang serangan polisi Israel terhadap jurnalis Palestina, di lingkungan Sheikh Jarrah di Yerusalem timur, Jumat, 28 Mei 2021.
Seorang jurnalis memegang plakat yang menggambarkan polisi sedang memukuli wartawan foto AFP demonstrasi Ahmad Gharabli menentang serangan polisi Israel terhadap jurnalis Palestina, di lingkungan Sheikh Jarrah di Yerusalem timur, Jumat, 28 Mei 2021.

Puluhan warga Palestina juga telah ditangkap oleh intelijen Palestina selama beberapa minggu terakhir di Tepi Barat atas kritik mereka terhadap Otoritas Palestina (PA). “Beberapa situs web yang dianggap oleh PA sebagai media oposisi tidak dapat diakses sejak 2017,” kata CPJ.

 

Terkait

 Indeks Kebebasan Pers Dunia 2021 CPJ memberi peringkat PA pada 132 pada skala kebebasan dunia. Namun, pelanggaran paling mengerikan terhadap media dilakukan selama serangan Israel baru-baru ini di Gaza setelah roket ditembakkan dari wilayah pesisir ke Israel, yang pada gilirannya mengikuti peristiwa kekerasan di Yerusalem Timur.

 Jurnalis Palestina Yousef Abu Hussein di Gaza tewas ketika rumahnya dibom oleh Israel. Sebuah serangan udara Israel yang terpisah juga melukai setidaknya dua pekerja Palestina yang bekerja untuk kantor berita Turki Anadolu.

 CPJ mengatakan setidaknya 18 media lokal dan internasional di Kota Gaza, termasuk Al Jazeera dan The Associated Press, dibom selama serangan militer Israel. Para pejabat Israel mengatakan gedung kantor Al Jazeera dan AP telah disusupi oleh anggota Hamas, tetapi belum memberikan bukti untuk mendukung tuduhan tersebut.

 “Dalam waktu kurang dari seminggu, Israel membom kantor setidaknya 18 media, dan sulit untuk mencapai kesimpulan apa pun selain bahwa militer Israel ingin menutup liputan berita tentang penderitaan di Gaza,” kata Delgado.