Kisah Beda Perlakuan Jadi Polisi Kanada dan Muslim

Senin , 14 Jun 2021, 21:50 WIB Redaktur : Agung Sasongko
Anggota Selamati meletakkan bunga tanda berduka di lokasi penabrakan keluarga Muslim di London, Ontario, Kanada, 7 Juni 2021. Polisi mengatakan serangan tersebut merupakan kejahatan kebencian anti-Islam.
Anggota Selamati meletakkan bunga tanda berduka di lokasi penabrakan keluarga Muslim di London, Ontario, Kanada, 7 Juni 2021. Polisi mengatakan serangan tersebut merupakan kejahatan kebencian anti-Islam.

IHRAM.CO.ID, Shiraaz Hanif, seorang polisi Transit Metro Vancouver yang beragama Islam. Beruntung baginya, identitasnya sebagai polisi membuatnya terlindungi dari serangan Islamofobia. Namun, situasi unik terjadi ketika seragam itu lepas dari tubuhnya. 

 

Terkait

Shiraaz mengaku alami perlakuan berbeda setelah melepas seragamnya. "Saya memiliki jenggot, dengan mudah saya dikenali sebagai seorang Muslim, ketika saya tidak bekerja, ya, saya alami perlakuan berbeda,"kata Hanif seperti dilansir CBA News, Senin (14/6).

Baca Juga

Meski belum pernah menjadi korban serangan kebencian, Hanif mengaku alami perlakuan berbeda di toko. Pengunjung toko yang melihatnya dengan ekspresi rasa takut. Situasi itu diyakininya akan berbeda ketika ia masuk ke toko tersebut dengan mengenakan seragam. Sebagian akan memberikan rasa hormat, karena ia merupakan polisi Kanada. 

Ketika politisi Kanada bicara menentang Islamofobia setelah serangan terhadap keluarga Muslim pekan lalu, Hanif menyebutnya munafik. "Bagaimana Anda bisa memberi tahu seorang anak bahwa Islamofobia itu salah ketika Anda memiliki pemerintah yang berpartisipasi dalam acara semacam itu?" katanya.  

Hanif percaya bahwa akar dari semua kebencian, termasuk homofobia, rasisme, dan kebencian anti-pribumi, lahir dari ketidaktahuan. "Mereka mengambil informasi yang salah, informasi yang salah, atau mereka tidak tahu dan mereka mulai membenci," katanya.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini