Thailand Terapkan Pembatasan Sosial Baru di Bangkok

Ahad , 27 Jun 2021, 09:22 WIB Reporter :Lintar Satria/ Redaktur : Dwi Murdaningsih
Seorang petugas kesehatan memberikan dosis vaksin Sinovac COVID-19 kepada seorang wanita di Bangkok, Thailand, Senin, 31 Mei 2021.
Seorang petugas kesehatan memberikan dosis vaksin Sinovac COVID-19 kepada seorang wanita di Bangkok, Thailand, Senin, 31 Mei 2021.

IHRAM.CO.ID, BANGKOK -- Thailand mengumumkan peraturan pembatasan sosial baru di ibukota demi mencegah wabah terburuk pandemi virus korona. Peraturan yang berlaku selama 30 hari ini akan mulai diterapkan Senin (28/6) besok.

 

Terkait

Salah satu poinnya melarang restoran melayani makan di tempat. Berdasarkan dokumen yang dipublikasikan Kerajaan Thailand Ahad (27/6) kebijakan ini berlaku di Bangkok dan lima provinsi sekitarnya. Pusat perbelanjaan di ibukota dan lima provinsi itu harus ditutup pada pukul 21.00.

Baca Juga

Dokumen itu menyebutkan semua pesta, perayaan atau aktivitas yang melibatkan 20 orang lebih dilarang. Pembangunan di enam wilayah juga akan dihentikan dan tempat tinggal para pekerjanya akan ditutup untuk mencegah penyebaran virus.

Kebijakan ini dikeluarkan setelah muncul banyak kluster wabah di kamp-kamp pekerja pembangunan di Bangkok. Di mana ada sekitar 575 lokasi pembangunan yang menampung 85 ribu pekerja.  Sejak bulan Mei lalu terdapat 37 kluster wabah di kamp-kamp pekerja di Bangkok.

Dokumen Kerajaan Thailand mengatakan pihak berwenang akan mendirikan pos pemeriksaan di Bangkok dan lima provinsi untuk membatasi lalu lintas dan memindahkan para pekerja pembangunan. Thailand juga akan mendirikan pos-pos pemeriksaan di empat provinsi bagian selatan dekat Malaysia.

Pada Ahad dini hari #BangkokLockdown menjadi trending di Twitter Thailand. Pengguna internet mengaku terkejut dengan kebijakan baru dan mengkritik waktu pengumuman ini disampaikan.

Jumat (25/6) Perdana Menteri Prayuth Chan-ocha mengatakan ia ingin menghindari kata lockdown. Ia menambahkan untuk menahan penyebaran virus, pemerintah akan menyasar bisnis-bisnis dan aktivitas tertentu.

sumber : reuters
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini