Riyadh dan Jeddah akan Terhubung dengan Kereta Api

Kamis , 01 Jul 2021, 12:18 WIB Reporter :Zahrotul Oktaviani/ Redaktur : Esthi Maharani
Kota Riyadh, ibukota Kerajaan Arab Saudi.
Kota Riyadh, ibukota Kerajaan Arab Saudi.

IHRAM.CO.ID, RIYADH — Ibu kota Arab Saudi, Riyadh, rencananya akan terhubung dengan kota pesisir barat Jeddah dengan kereta api. Tak hanya itu, sebuah maskapai penerbangan nasional baru juga akan didirikan.

 

Terkait

Menteri Transportasi dan Layanan Logistik, Eng. Saleh Al Jasser, mengumumkan proyek ambisius ini adalah bagian dari Strategi Nasional Transportasi dan Logistik.

Dilansir di Saudi Gazette, strategi tersebut mencakup sejumlah proyek dan program yang ambisius dan menjanjikan. Salah satu yang menonjol adalah penyelesaian proyek 'Jembatan Tanah' yang menghubungkan bagian timur dan barat Kerajaan, selain meningkatkan kualitas jaringan jalan di Kerajaan.

Al-Jasser mengatakan strategi tersebut termasuk membangun platform dan zona logistik global dan hub internasional untuk penerbangan.

Upaya ini dinilai sebagai hal utama untuk mengembangkan infrastruktur pelabuhan, memperluas kapasitasnya dan meningkatkan efisiensi operasional dengan mengaktifkan dan menginvestasikan kemampuan yang mendukung pembangunan berkelanjutan.

"Strategi tersebut difokuskan pada peningkatan kualitas hidup di kota-kota Saudi dengan mencapai target vital. Yang paling menonjol adalah menurunkan tingkat kematian di jalan sebesar 52 persen," kata dia.

Otoritas terkait juga memiliki target mengurangi konsumsi energi sebesar 25 persen. Mereka ingin meningkatkan pangsa transportasi umum dari total perjalanan dalam kota menjadi lebih dari 15 persen.

Al-Jasser menyatakan perubahan nama Kementerian Perhubungan menjadi Kementerian Transportasi dan Layanan Logistik menunjukkan pentingnya sektor logistik dalam sistem administrasi dan ekonomi, serta keterkaitan sektor vital ini dengan tujuan Visi Kerajaan 2030.

“Salah satu tujuan utama dari strategi ini adalah memajukan kontribusi sektor transportasi dan logistik dalam PDB nasional menjadi 10 persen, bukan sekitar enam persen seperti saat ini," lanjutnya.

Strategi ini juga dilakukan untuk mencapai beberapa tujuan ambisius. Kerajaan Saudi saat ini berada dalam daftar sepuluh negara teratas secara global dalam indeks kinerja logistik.

Adanya strategi ini diharap membawa kemajuan dalam indeks perdagangan lintas batas, menjadikan Kerajaan di antara 35 negara teratas secara global dibandingkan saat ini di peringkat 86.

Menteri Al Jasser juga mencatat Kerajaan masuk dalam enam negara teratas di dunia dalam indeks kualitas jalan. Kerajaan ingin mempertahankan kepemimpinan global dalam keterhubungan jaringan jalan, dengan menduduki posisi pertama di dunia dalam indikator ini.

Selain itu, Kerajaan ingin meningkatkan kapasitas penumpang mencapai 330 juta dan pengiriman lebih dari 4,5 juta ton melalui udara setiap tahun. Mereka juga akan meningkatkan akses penerbangan ke lebih dari 250 tujuan internasional. 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini