Gelang Pintar untuk Para Jamaah Haji Diperkenalkan Tahun Ini

Jumat , 16 Jul 2021, 18:13 WIB Reporter :Puti Almas/ Redaktur : Esthi Maharani
Sebuah tenda kemah untuk jamaah didirikan di Mina, dekat kota suci Muslim Mekkah, menjelang haji tahunan yang akan datang, Rabu, 14 Juli 2021.
Sebuah tenda kemah untuk jamaah didirikan di Mina, dekat kota suci Muslim Mekkah, menjelang haji tahunan yang akan datang, Rabu, 14 Juli 2021.

IHRAM.CO.ID, MAKKAH — Gelang pintar (smart bracelet) untuk pertama kalinya akan diperkenalkan oleh Pemerintah Arab Saudi untuk para jamaah dalam penyelenggaraan ibadah haji pada tahun ini.

 

Terkait

Layanan gelang pinter bernama Nuss diluncurkan oleh Saudi Data and Artificial Intelligence Authority (SDAIA) bersama Guests of God Service Program, dalam kemitraan dengan Grup Perusahaan Telekomunikasi Saudi (STC). Nota kesepahaman (MoU) telah ditandatangani di hadapan Presiden SDAIA Abdullah Al-Ghamdi, , Direktur Pusat Informasi Nasional Dr. Issam Al-Waqit, Guests of God Service Program, CEO Eng. Bassam Bin Abdulrahman, CEO Grup STC Eng. Olayan Alwetaid, dan CEO STC Business Sector Eng. Riyad Moawad pada upacara yang diadakan di kantor pusat SDAIA.

Layanan canggih dilengkapi teknologi GPS mengandalkan konsep data dan Internet of Things (IoT). Disebutkan bahwa ada 5.000 gelang yang didistribusikan diantara para jamaah haji tahun ini.

Gelang menyediakan layanan terintegrasi yang mencakup semua data pribadi jemaah haji, dan status kesehatan mereka. Ini akan menindaklanjuti pemantauan data status kesehatan yang terkait dengan pengukuran kadar oksigen darah dan denyut nadi, serta mencari layanan bantuan medis atau keamanan darurat.

Pesan juga akan dikirimkan kepada jamaah melalui gelang, dan layanan lainnya untuk memberikan pengalaman ibadah yang mudah. Al-Ghamdi mengatakan ini adalah langkah penting untuk melayani para peziarah dan akan mencapai tujuan yang relevan dari Visi Kerajaan 2030.

“SDAIA memanfaatkan semua kemampuan teknis dan kompetensi nasionalnya untuk memberikan solusi inovatif terbaik berbasis data dan teknologi,” ujar Al-Ghamdi, dilansir Saudi Gazette, Jumat (16/7).

Kerjasama ini sejalan dengan arahan Putra Mahkota Arab Saudi Muhammad Bin Salman, yang juga merupakan Ketua Dewan Direksi SDAIA. MoU mencerminkan peran besar yang dimainkan SDAIA dalam mengadaptasi teknologi, mengandalkan infrastruktur canggih, kompetensi nasional, dan kemampuannya untuk mengembangkan solusi inovatif.

Gelang pintar untuk para jamaah tidak hanya menandai langkah praktis utama di jalur pengembangan ekosistem teknologi dan mempromosikan inovasi, tetapi juga mencerminkan upaya sungguh-sungguh Pemerintah Arab Saudi untuk melayani para jamaah di seluruh perjalanan spiritual mereka. Selain itu, langkah ini akan memungkinkan sektor swasta dan tersier untuk menjadi mitra dalam proses pembangunan yang sedang berlangsung.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini