Rabu 04 Aug 2021 20:37 WIB

KH Raden Muhammad Amin, Pejuang dari Kalibata (I)

Guru Amin tidak hanya aktif dalam dunia dakwah, tetapi juga perjuangan.

Masjid Guru Amin
Foto: Tangkapan Layar
Masjid Guru Amin

IHRAM.CO.ID, Dalam buku berjudul Ulama Betawi, Ahmad Fadli menjelaskan, KH Raden Muhammad Amin atau dikenal dengan Guru Amin Kalibata lahir pada 3 Juni 1901 di Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Ia adalah putra dari pasangan KHR Muhammad Ali dan Maryam.

Dari garis keturunan ayahnya, terdapat silsilah yang sampai pada Pangeran Raden Syarief atau Pangeran Sanghiyang. Raden Syarief adalah tokoh agama asal Banten yang aktif berjuang mengusir kolonialisme. Putra Pangeran Senopati Ngalaga itu dikebumikan di Jatinegara Kaum, Jakarta Timur. Hingga kini, makamnya banyak didatangi peziarah.

Baca Juga

Saat masih kecil, Muhammad Amin belajar agama langsung kepada ayah dan ibunya. Sebab, mereka berdua sama-sama ahli dakwah Islam. Tidak sulit bagi Amin untuk menerima dan mencerna pelajaran dan hikmah dari orang tuanya.

Dalam usia 10 tahun, Amin sudah mempelajari ilmu-ilmu dasar aga ma Islam. Sebagai contoh, ilmu nahwu, tauhid, fikih, dan lain-lain. Ia memang sudah terlihat cemerlang sejak usia belia. Oleh karena itu, ayahnya tidak terus mendorongnya agar kelak menjadi seorang ulama.

Saat usianya baru menginjak usia 12 tahun, ayahnya meninggal dunia pada 1913. Amin pun merasa sangat sedih kehilangan bapak sekaligus guru tercintanya. Setelah itu, ia mempelajari sendiri kitab-kitab peninggalan almarhum. Ia juga belajar kepada kakaknya, KH Zainudin atau Guru Ending.

 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement