Jumat 03 Sep 2021 09:40 WIB

Resep Nabi Tumbuhkan Ekonomi di Madinah

Nabi memiliki cara khusus dalam membangun dan menumbuhkan perekonomian Madinah.

Rep: Imas Damayanti/ Red: Agung Sasongko
Rasulullah
Foto: Wikipedia
Rasulullah

IHRAM.CO.ID,  JAKARTA – Ketika Rasulullah SAW melakukan hijrah ke Madinah, perubahan tak hanya dilakukan dari sisi sosial dan moral, melainkan juga dari sisi ekonomi. Nabi memiliki cara khusus dalam membangun dan menumbuhkan perekonomian Madinah.

Abdul Fattah As-Samman dalam buku Harta Nabi terbitan Pustaka Kautsar menjelaskan bahwa salah satu contoh konkret cara Nabi menumbuhkan perekonomian adalah dengan membangun pasar. Tak asal membangun, Rasulullah SAW sebelumnya telah melakukan riset dan berkunjung melihat-lihat keadaan.

Baca Juga

Diriwayatkan oleh Abu Usaid, Rasulullah pergi ke pasar An-Nabith lalu memandanginya seraya berkata, “Ini tidaklah layak sebagai pasar bagi kalian,”. Kemudian beliau pergi lagi ke pasar seraya berkata, “Ini tidaklah layak sebagai pasar bagi kalian,”. Lalu beliau kembali lagi ke pasar ini dan mengelilinginya seraya berkata, “Ini adalah pasar kalian, maka tidak boleh dikurangi (timbangan dan takarannya), dan tidak dikenakan pajak karenanya,” (HR Ibnu Majah).

Redaksi dalam hadis tersebut diriwayatkan oleh Ibnu Majah. Sedangkan dalam redaksi riwayat At-Thabarani disebutkan, “Seorang lelaki menghadap kepada Rasulullah seraya berkata, ‘Demi ayah dan ibuku, sungguh aku melihat sebuah tempat yang cocok untuk pasar. Tidakkah engkau ingin melihatnya?’ Beliau menjawab, ‘Ya’. Lalu beliau berdiri dan berangkat bersamanya sampai di tempat yang ditunjukkan sebagai pasar. Ketika melihatnya, maka beliau mengaguminya seraya mendorong dengan kaki beliau. Kemudian beliau bersabda, ‘Sebaik-baik pasar kalian adalah ini. Karena itu, janganlah dilanggar (dirusak) dan jangan dikenakan pajak,”.

 

 

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Yuk Ngaji Hari Ini
يٰٓاَيُّهَا النَّاسُ اِنْ كُنْتُمْ فِيْ رَيْبٍ مِّنَ الْبَعْثِ فَاِنَّا خَلَقْنٰكُمْ مِّنْ تُرَابٍ ثُمَّ مِنْ نُّطْفَةٍ ثُمَّ مِنْ عَلَقَةٍ ثُمَّ مِنْ مُّضْغَةٍ مُّخَلَّقَةٍ وَّغَيْرِ مُخَلَّقَةٍ لِّنُبَيِّنَ لَكُمْۗ وَنُقِرُّ فِى الْاَرْحَامِ مَا نَشَاۤءُ اِلٰٓى اَجَلٍ مُّسَمًّى ثُمَّ نُخْرِجُكُمْ طِفْلًا ثُمَّ لِتَبْلُغُوْٓا اَشُدَّكُمْۚ وَمِنْكُمْ مَّنْ يُّتَوَفّٰى وَمِنْكُمْ مَّنْ يُّرَدُّ اِلٰٓى اَرْذَلِ الْعُمُرِ لِكَيْلَا يَعْلَمَ مِنْۢ بَعْدِ عِلْمٍ شَيْـًٔاۗ وَتَرَى الْاَرْضَ هَامِدَةً فَاِذَآ اَنْزَلْنَا عَلَيْهَا الْمَاۤءَ اهْتَزَّتْ وَرَبَتْ وَاَنْۢبَتَتْ مِنْ كُلِّ زَوْجٍۢ بَهِيْجٍ
Wahai manusia! Jika kamu meragukan (hari) kebangkitan, maka sesungguhnya Kami telah menjadikan kamu dari tanah, kemudian dari setetes mani, kemudian dari segumpal darah, kemudian dari segumpal daging yang sempurna kejadiannya dan yang tidak sempurna, agar Kami jelaskan kepada kamu; dan Kami tetapkan dalam rahim menurut kehendak Kami sampai waktu yang sudah ditentukan, kemudian Kami keluarkan kamu sebagai bayi, kemudian (dengan berangsur-angsur) kamu sampai kepada usia dewasa, dan di antara kamu ada yang diwafatkan dan (ada pula) di antara kamu yang dikembalikan sampai usia sangat tua (pikun), sehingga dia tidak mengetahui lagi sesuatu yang telah diketahuinya. Dan kamu lihat bumi ini kering, kemudian apabila telah Kami turunkan air (hujan) di atasnya, hiduplah bumi itu dan menjadi subur dan menumbuhkan berbagai jenis pasangan (tetumbuhan) yang indah.

(QS. Al-Hajj ayat 5)

Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement
Advertisement