Ulama Palestina Waspadai Serangan Yahudi Fanatik ke Al Aqsa

Selasa , 07 Sep 2021, 23:14 WIB Reporter :Alkhaledi Kurnialam/ Redaktur : Muhammad Hafil
Pasukan keamanan Israel dan jamaah Palestina bentrok di kompleks masjid Al Aqsa di Yerusalem pada hari Jumat lalu (18/6).
Pasukan keamanan Israel dan jamaah Palestina bentrok di kompleks masjid Al Aqsa di Yerusalem pada hari Jumat lalu (18/6).

IHRAM.CO.ID, JERUSALEM–Mufti Yerusalem, Sheikh Mohammad Hussein yang merupakan tokoh Islam tertinggi di Palestina mengingatkan agar semua warga waspada terhadap serangan kepada Masjid Al-Aqsa. Terutama terhadap serangan kaum fanatik Yahudi selama perayaan hari raya Yahudi.

 

Terkait

Dia mengatakan, selama peringatan akan ada orang Yahudi dalam jumlah besar di kompleks Masjid Al-Aqsha, situs tersuci ketiga dalam Islam. Ini disebutnya berbahaya dan dapat mengubah status quo tempat suci ini sebagai tempat ibadah khusus Muslim.

Baca Juga

 “Seruan ini datang dalam konteks kampanye yang dipimpin oleh pemerintah pendudukan Israel untuk melakukan Yudaisasi kota suci seperti yang direncanakan,” kata Sheikh Hussein dilansir dari Wafa News, Senin (6/9).

 “Apa yang dihadapi kota Yerusalem bertujuan untuk melakukan Yudaisme sepenuhnya, membagi Masjid Suci Al-Aqsha secara temporal dan spasial, mengubah fitur kota Arab dan Islam, dan menciptakan aturan baru yang mencegah orang Arab dan Muslim mencapainya, kata Mufti.

 Dia menyerukan umat Islam di tanah suci untuk hadir sepanjang waktu di masjid untuk memblokir upaya oleh orang-orang fanatik Yahudi untuk menodai dan mengubah statusnya. Ia juga berharap umat Islam di seluruh dunia untuk melakukan apa yang mereka bisa untuk melindungi Masjid Al-Aqsha dan Yerusalem dari upaya untuk mengubah status mereka.

 Organisasi ekstremis Yahudi ingin melihat Masjid Al-Aqsa dan Kubah Batu dihancurkan dan diganti dengan kuil Yahudi dengan memanfaatkan hari libur Yahudi untuk mendesak pengikutnya untuk hadir di kompleks suci Muslim. Serta sebagai upaya untuk mengubah statusnya saat ini dan akhirnya mengambil alih.

 Polisi Israel secara teratur memberikan perlindungan saat mereka mengawal para fanatik dalam perjalanan mereka ke kompleks suci.  Warga Palestina, termasuk pegawai masjid dan penjaga, yang keberatan dengan perilaku mereka akan ditahan atau diperintahkan untuk menjauh dari kompleks selama beberapa minggu dan bulan. 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini