PBB Sebut Layanan Dasar di Afghanistan Runtuh

Selasa , 07 Sep 2021, 20:07 WIB Redaktur : Ani Nursalikah
Pejuang Taliban tiba di luar Bandara Internasional Hamid Karzai setelah penarikan militer AS, di Kabul, Afghanistan, Selasa, 31 Agustus 2021. Taliban menguasai penuh bandara Kabul pada Selasa, setelah pesawat AS terakhir meninggalkan landasan pacunya, menandai akhir dari perang terpanjang Amerika.
Pejuang Taliban tiba di luar Bandara Internasional Hamid Karzai setelah penarikan militer AS, di Kabul, Afghanistan, Selasa, 31 Agustus 2021. Taliban menguasai penuh bandara Kabul pada Selasa, setelah pesawat AS terakhir meninggalkan landasan pacunya, menandai akhir dari perang terpanjang Amerika.

IHRAM.CO.ID, JENEWA -- Kantor Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) mengatakan Afghanistan menghadapi runtuhnya layanan dasar. Makanan serta persediaan bantuan lainnya akan segera habis.

 

Terkait

Juru bicara OCHA Jens Laerke mengatakan pada pengarahan PBB di Jenewa bahwa jutaan warga Afghanistan membutuhkan bantuan makanan dan kesehatan. "Layanan dasar di Afghanistan runtuh dan makanan serta bantuan penyelamat lainnya akan segera habis," kata Laerke, Selasa (7/9).

Baca Juga

Menjelang konferensi bantuan internasional untuk Afghanistan pada 13 September mendatang, ia mendesak para donor memberi lebih banyak bantuan. "Kami mendesak para donor internasional mendukung seruan ini dengan cepat dan murah hati," ujar dia.

Badan tersebut telah merilis seruan penggalangan dana sekitar 600 juta dolar AS (sekitar Rp 8,6 triliun) untuk memenuhi kebutuhan kemanusiaan bagi 11 juta orang untuk sisa tahun ini, di tengah peringatan kekeringan dan kelaparan. Lebih dari setengah juta orang mengungsi di Afghanistan tahun ini. Taliban menyapu kemenangan di seluruh negeri, yang puncaknya diwarnai dengan jatuhnya kendali Ibu Kota Kabul pada 15 Agustus 2021.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini