Ahad 03 Oct 2021 08:55 WIB

Komisaris HAM PBB: Kami tak Punya Akses Bebas ke Xinjiang

Dewan HAM PBB menyesali tidak ada kemajuan dalam persoalan Uighur.

Komisaris HAM PBB: Kami tak Punya Akses Bebas ke Xinjiang. Sejumlah massa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Islam melakukan aksi di depan Kedutaan Besar Cina, Jakarta, Kamis (25/3). Aksi tersebut menuntut Republik Rakyat Tiongkok untuk menghentikan segala bentuk pelanggaran HAM yang dilakukan terhadap etnis Muslim Uighur di Xinjiang, Cina. Republika/Putra M. Akbar
Foto: Republika/Putra M. Akbar
Komisaris HAM PBB: Kami tak Punya Akses Bebas ke Xinjiang. Sejumlah massa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Islam melakukan aksi di depan Kedutaan Besar Cina, Jakarta, Kamis (25/3). Aksi tersebut menuntut Republik Rakyat Tiongkok untuk menghentikan segala bentuk pelanggaran HAM yang dilakukan terhadap etnis Muslim Uighur di Xinjiang, Cina. Republika/Putra M. Akbar

IHRAM.CO.ID, JENEWA -- Kantor Hak Asasi Manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengatakan mereka tidak memiliki akses bebas ke Daerah Otonomi Uighur Xinjiang di China.

Juru bicara Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia Rupert Colville mengatakan kantornya tidak memiliki izin dari otoritas China untuk mengakses ke Xinjiang, di mana etnis Muslim Uighur dilaporkan telah mengalami pelecehan identitas dan budaya selama bertahun-tahun.

Baca Juga

“Kami tidak memiliki akses ke Xinjiang. Jelas, ini bukan satu-satunya jalan yang kami kejar,” kata Colville menjawab pertanyaan dari Anadolu Agency pada konferensi pers PBB, Jumat (1/10).

Dia mengatakan kepala Kantor HAM PBB Michelle Bachelet sedang menyelesaikan penilaian atas informasi yang tersedia yang kami miliki tentang tuduhan pelanggaran hak asasi manusia yang serius di Xinjiang. Sejak dia menjabat pada 2018, Bachelet telah meminta China mengizinkan akses kantornya ke Daerah Otonomi Uighur di Xinjiang.

 

Di Dewan Hak Asasi Manusia pada 13 September, dia mengatakan menyesali tidak ada kemajuan dalam masalah ini. Menurut data PBB, setidaknya satu juta orang Uighur ditahan di luar keinginan mereka di tempat-tempat yang disebut Beijing sebagai pusat pelatihan kejuruan dan masyarakat internasional mendefinisikannya sebagai kamp pendidikan ulang.

China tidak memberikan informasi tentang berapa banyak kamp yang ada di Xinjiang, berapa banyak orang di sana, dan berapa banyak dari mereka yang telah kembali ke kehidupan biasa. Sementara PBB dan organisasi internasional lainnya menegaskan kembali seruan mereka agar kamp tersebut dapat diperiksa, China telah mengizinkan beberapa pusat yang ditunjuk untuk dilihat sebagian oleh sedikit diplomat dan jurnalis asing.

Beberapa negara menuduh China melakukan pembersihan etnis terhadap Uighur di Xinjiang. Sementara Beijing telah membantah melakukan kesalahan tersebut, serta menolak tuduhan itu dan menyebutnya sebagai kebohongan dan virus politik.

https://www.aa.com.tr/id/dunia/pbb-sebut-tak-miliki-akses-bebas-ke-wilayah-xinjiang-di-china/2380799

sumber : Anadolu Agency
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement