Pahala dalam Rangkaian Ibadah Haji

Sabtu , 09 Oct 2021, 16:17 WIB Reporter :Andrian Saputra/ Redaktur : Esthi Maharani
Jemaah haji mengelilingi Ka
Jemaah haji mengelilingi Ka

IHRAM.CO.ID, Setiap amal yang menjadi rukun dan wajib haji atau pun kesunahan-kesunahan dalam ibadah haji itu memiliki keutamaannya masing-masing dengan pahala yang sangat besar pada setiap amalnya. Maka bagi orang yang berhaji ia akan menemukan berlipat-lipat kebaikan dan pahala sebab banyaknya amal yang akan dikerjakan. Mulai dari berangkat ke tanah suci, wukuf, tawaf, sai, lempar jumrah dan lainnya. Bahkan perjalanannya dari rumah ke baitullah pun telah dicatat sebagai pahala dan merontokan dosanya.

 

Terkait

Berikut penjelasan Rasulullah tentang besarnya pahala pada rangkaian pelaksanaan ibadah haji ke tanah suci sebagaimana hadits yang juga dapat ditemukan dalam kitab at Targib wat Tarhib:

وَعَنِ ابْنِ عُمَرَرَضِىَ اللَّهُ عَنْهُمَاقَالَ : كُنْتُ جَالِسًامَعَ النَّبِىِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِى مَسْجِدِمِنًى فَاَتَاهُ رَجُلٌ مِنَ الْاَنْصَارِ وَرَجُلٌ مِنْ ثَقِيْفٍ فَسَلَّمَا ثُمَّ قَالَا يَارَسُوْلَ اللَّهِ جِئْنَانَسْأَلُكَ فَقَالَ اِنْ شِئْتُمَاأَخْبَرْتُكُمَابِمَاجِئْتُمَاتَسْأَلَانِى عَنْهُ فَعَلْتُ وَاِنْ شِئْتُمَاأَنْ أُمْسِكَ وَتَسْأَلَا نِى فَعَلْتُ فَقَا لَا أَخْبِرْنِى يَارَسُوْلَ اللَّهِ فَقَالَ الثَّقَفِىُّ لِلْاَنْصَارِىِّ سَلْ فَقَالَ أَخْبِرْنِى يَارَسُوْلَ اللَّهِ جِئْتَنِى تَسْأَلُنِى عَنْ مَخْرَجِكَ مِنْ بَيْتِكَ تَؤُمُّ الْبَيْتَ الْحَرَامَ وَمَالَكَ فِيْهِ وَعَنْ رَكْعَتَيْكَ بَعْدَالطَّوَافِ وَمَالَكَ فِيْهِمَا ,وَعَنْ طَوَافِكَ بَيْنَ الصَّفَاوَالْمَرْوَةَ وَمَالَكَ فِيْهِ ,وَعَنْ وُقُوْفِكَ عَشِيَّةَ عَرَفَةَ وَمَالَكَ فِيْهِ وَعَنْ رَمْيِكَ الْجِمَارَوَمَالَكَ فِيْهِ ,وَعَنْ نَحْرِكَ وَمَالَكَ فِيْهِ مَعَ الْاِفَاضَةِ ,فَقَالَ وَالَّذِى بَعَثَكَ بِاالْحَقِّ لَعَنَ هَذَاجِئْتُ اَسْأَلُكَ قَالَ فَاِنَّكَ اِذَاخَرَجْتَ مِنْ بَيْتِكَ تَؤُمُّ الْبَيْتَ الْحَرَامَ لَا تَضَعُ نَاقَتَكَ خُفًّا وَلَا تَرْفَعُهُ اِلَّا كُتِبَ لَكَ بِهِ حَسَنَةٌ وَمُحِىَ عَنْكَ خَطِيْئَةٌ وَاَمَّارَكْعَتَاكَ بَعْدَالطَّوَافِ كَعِتْقِ رَقَبَةٍ مِنْ بَنِى اِسْمَاعِيْلَ وَاَمَّا طَوَافُكَ بِالصَّفَاوَالْمَرْوَةَ  كَعِتْقِ سَبْعِيْنَ رَقَبَةً وَاَمَّاوُقُوْفُكَ عَشِيَّةَ عَرَفَةَ فَاِنَّ اللَّهَ يَهْبِطُ إِلَى سَمَاءِالدُّنْيَافَيُبَاهِىْ بِكُمُ الْمَلَا ئِكَةَ يَقُوْلُ عِبَادِىْ جَاؤُنِى شُعْثًامِنْ كُلِّ فَجٍّ عَمِيْقٍ يَرْجُوْنَ رَحْمَتِى فَلَوْ كَانَتْ ذُنُوبُكُمْ كَعَدَدِ الرَّمْلِ اَوْكَقَطْرِ الْمَطَرِ اَوْكَزَبَدِالْبَحْرِ لَغَفَرْتُهَا. أَفِيْضُوْاعِبَادِىْ مَغْفُوْرًالَكُمْ وَلِمَنْ شُفِّعْتُمْ لَهُ ,وَأَمَّارَمْيُكَ الْجِمَا رَفَلَكَ بِكُلِّ حَصَاةٍ رَمَيْتَهَاتَكْفِيْرُكُبِيْرَةٍ مِنَ الْمُوْبِقَاتِ وَاَمَّانَحْرُكَ فَمَدْ خُوْرٌلَكَ عِنْدَرَبِّكَ وَأَمَّا حَلَا قُكَ رَأْسَكَ فَلَكَ بِكُلِّ شَعْرَةٍ حَلَقْتَهَاحَسَنَةٌ وَتُمْحَى عَنْكَ بِهَا خَطِيْئَةٌ وَاَمَّا طَوَافُكَ بِالْبَيْتِ بَعْدَ ذَلِكَ فَاِنَّكَ تَطُوْفُ وَلَا ذَنْبَ لَكَ يَأْتِى مَلَكٌ حَتَّى يَضَعَ يَدَيْهِ بَيْنَ كَتِفَيْكَ فَيَقُوْلُ اِعْمَلْ فِيْمَا يَسْتَقْبِلُ فَقَدْ غَفَرَلَكَ مَامَضَى.

Diriwayatkan dari Ibnu Umar Radhiyallahu Anhuma, ia berkata: Duduk saya bersama Nabi Saw di masid Mina. Kemudian datang seorang lelaki dari golongan Anshor dan seorang lelaki dari bani tsaqif. Kemudian keduanya mengucapkan salamh dan berkata: "Ya Rasulullah kami datang untuk bertanya padamu". Maka berkata Rasulullah: "Jika kalian berkehendak aku akan mengabarkan pada kalian tentang apa pertanyaan yang akan ditanyakan padaku, maka akan aku lakukan. Dan jika kalian berkehendak supaya saya diam dulu, lalu kalian berdua bertanya padaku, maka aku lakukan". Maka berkata dua orang itu: "kabarkan kepada kami ya Rasulullah" Berkata lelaki dari bani Tsaqif kepada lelaki dari Anshor: "Tanyakanlah". Maka bertanya lelaki Anshor: Kabarkan padaku ya Rasulullah".

Kamu datang pada saya untuk bertanya kan? bertanya tentang keluarnya kamu dari rumah menuju baitullah? Dan pahala apa saja yang menjadi milikmu dalam perjalanan dari rumah ke baitullah? Dan tentang dua rakaat ba'da tawaf dan pahala apa saja bagimu setelah melaksanakan dua rakaat setelah tawaf? Dan kamu bertanya tentang tawaf di antara sofa dan marwah (maksudnya sa'i) dan pahala apa saja di dalamnya? Dan tentang wikufmu sore hari di Arofah dan pahala di dalamnya? Dan tetang melempar jumrah dan pahala di dalamnya? Dan kamu bertanya tentang menyembelih kurban dan pahala di dalamnya disertai tawaf Ifadah?

Lelaki Anshor itu kemudian berkata: Demi Allah yang telah mengutusmu dengan haq, benar-benar tentang ini semua saya datang dan akan bertanya padamu. Nabi bersabda: Sungguh ketika engkau keluar dari rumahmu menuju baitullah maka tidak meletakkan untamu satu kaki dan untamu tidak mengangkat kakinya melainkan pasti ditulis bagimu lantaran langkah unta itu satu kebaikan dan dihapus darimu satu kesalahan. Adapun dua rakaat setelah tawaf itu seperti memerdekakan budak belian bani Israil, Adapun Sa'i di Shafa dan Marwah seperti memerdekakan tujuh puluh malam di Arafah, maka sesungguhnya Allah turun ke langit bumi seraya membanggakan kalian kepada Malaikat. Dia (Allah) berfirman, “Hamba-hamba-Ku datang kepada-Ku dalam keadaan kusut rambutnya dari segenap penjuru yg jauh. Mereka mengharapkan rahmat-Ku. Sehingga seandainya dosa-dosa kalian itu sebanyak pasir atau tetesan hujan, atau seperti buih di lautan pasti Aku mengampuninya.bertolaklah, wahai hamba-hamba-Ku. Kalian telah diampuni karena orang yang kalian telah diberi syafaat.”

Dan adapun lemparan jumrahmu, maka bagimu setiap kerikil yang kamu lemparkan merupakan pelerburan dosa besar dari semua perkara yang merusakkan. Dan kurbanmu sebagai simpanan bagimu di sisi Tuhanmu. Adapun mencukur rambut kepalamu, maka setiap rambutmu yang kamu cukur merupakan kebaikan yang dapat menghapus kesalahanmu. Dan adapun thawafmu di Baitullah, maka sesungguhnya kamu telah thawaf dan tidak ada sama sekali dosa bagimu. Kemudian datang malaikat meletakkan tangannya di antara kedua bahumu seraya berkata, “Kerjakanlah apa yang akan datang, karena Dia telah mengampuni dosamu yang lampau.” (HR. Thabarani)

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini