Riset: Islamofobia Lemahkan Hak Perempuan Muslim Amerika

Selasa , 19 Oct 2021, 18:18 WIB Reporter :Zahrotul Oktaviani/ Redaktur : Agung Sasongko
Muslimah Amerika/ilustrasi
Muslimah Amerika/ilustrasi

Contoh kasus, ketika mantan presiden Donald Trump mengkritik empat perempuan vokalis Demokrat di Dewan Perwakilan Rakyat AS, yaitu Alexandria Ocasio-Cortez, Ilhan Omar, Ayanna Pressley dan Rashida Tlaib. Saat itu, ia memusatkan sebagian besar kemarahan Islamofobianya pada Ilhan Omar, anggota parlemen Muslim kelahiran Somalia yang mengenakan hijab. 

 

Terkait

“Perempuan Muslim dipandang sebagai bagian dari budaya eksternal atau berlawanan, yaitu Islam atau Timur. Narasi yang berlaku adalah Islam bertentangan dengan cita-cita Barat dan nilai-nilai demokrasi,” kata Sisemore.

Studi tersebut juga mengungkapkan Islamofobia menyulitkan umat Islam, khususnya perempuan Muslim, membangun komunitas. 82 persen wanita mengaku mereka merasa terhambat dibandingkan pria, terkait menjalin persahabatan dan ikatan komunitas. Khususnya, 68,8 persen peserta wanita melaporkan Islamofobia mencegah mereka membangun hubungan sosial dengan Muslim AS lainnya.

Sembilan dari 10 wanita yang disurvei juga mengaku menyensor ucapan atau tindakan mereka karena takut bagaimana orang akan merespons atau bereaksi terhadap mereka. Mereka mencoba menghindari mengungkapkan pikiran ketika menyangkut masalah umum masyarakat, karena khawatir hal itu dapat mengarah pada ekspresi kebencian atau kekerasan.

Salah satu pendorong Islamofobia, menurut El Sheikh dan Sisemore, adalah penggambaran media tentang wanita Muslim yang tertindas dan perlu diselamatkan oleh budaya dan cita-cita barat.