Selasa 26 Oct 2021 16:54 WIB

Menkeu Paparkan Kontekstualisasi Islam pada Kebijakan Publik

Menkeu menjelaskan bagaimana mengkontekstualisasikan Islam dalam kebijakan publik.

Rep: Fuji Eka Permana/ Red: Agung Sasongko
Menteri Keuangan Sri Mulyani.
Foto:

Menkeu menjelaskan bagaimana mengkontekstualisasikan Islam dalam kebijakan publik. Islam dalam hal ini berusaha untuk mencapai kehidupan yang baik hari ini dan juga kehidupan setelah kematian. Artinya berusaha mencapai kehidupan yang baik di dunia dan akhirat.

Ia mengatakan, Islam orientasinya tidak hanya jangka pendek, tapi orientasi mereka untuk mencapai tujuan dalam dua kehidupan mereka yakni di dunia dan akhirat. Islam juga percaya dan sadar sepenuhnya terhadap kehidupan setelah kematian.

"(Dalam Islam) keputusan, cara berpikir, cara bertindak tidak akan hanya berorientasi untuk hari ini, kejayaan hari ini, kemakmuran hari ini, prestasi hari ini, kamu (umat Islam) akan sangat hati-hati, pada waktu yang sama kamu investasikan aktivitas ibadah kamu untuk akhirat," jelasnya.

Menkeu menerangkan, prinsip maqashid syariah membangun kesejahteraan manusia di dunia dan akhirat. Memiliki tujuan untuk memenuhi kebutuhan dasar manusia, mempermudah hidup manusia, dan memanfaatkan barang dan jasa dengan cara lebih baik. Dalam istilah lain disebut dharuriyyat, hajiyyat dan tahsiniyyat. 

"Jadi pada dasarnya bagaimana kita akan menggunakan instrumen kebijakan agar kita dapat menciptakan, pertama kebutuhan dasar yang lebih adil, kedua semua orang harus memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan kebutuhan dasar, dan ketiga membuat mereka memiliki kemampuan untuk hidup secara penuh dengan memfasilitasi mereka untuk berpartisipasi, berkegiatan yang produktif dan bermartabat," jelasnya.

 

Menkeu mengatakan, kebijakan seperti itu harus dilakukan dengan alokasi yang kebaikan dan pelayanan yang lebih baik. Ini prinsip pemerintahan yang baik untuk keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement