Ketegangan Kelompok Hindu dan Muslim di India

Sabtu , 30 Oct 2021, 13:07 WIB Reporter :Meiliza Laveda/ Redaktur : Esthi Maharani
Masjid di India / Ilustrasi
Masjid di India / Ilustrasi

IHRAM.CO.ID, NEW DELHI – Ketegangan antara kelompok Hindu dan Muslim India memasuki babak baru. Hal ini ditandai dengan puluhan orang yang terdiri dari kelompok sayap kanan nasionalis Hindu ditangkap pada Jumat (29/10) di India karena mengganggu berlangsungnya sholat Jumat.

 

Terkait

Sejumlah kelompok Hindu telah mendesak pihak berwenang selama beberapa pekan di kota utara Gurgaon di pinggiran New Delhi untuk menghentikan umat Islam dari sholat Jumat di ruang terbuka. Pada Jumat, polisi mengerahkan ratusan petugas tambahan dan menangkap setidaknya 30 orang ketika kerumunan penduduk dan kelompok Hindu meneriakkan slogan-slogan.

Para kritikus menuduh Partai Nasionalis Hindu Bharatiya Janata Party (BJP) yang dipimpin oleh Perdana Menteri Narendra Modi menganiaya kelompok minoritas, termasuk 200 juta penduduk Muslim India. Namun, pemerintah Modi menyangkal hal tersebut dan menegaskan semua orang dari semua latar belakang agama memiliki hak yang sama.

Dilansir Daily Sabah, Sabtu (30/10), negara bagian Haryana yang memiliki ibu kota Gurgaon atau Gurugram, diperintah oleh BJP. Ini bukan pertama kalinya insiden seperti itu dilaporkan, rumah bagi sejumlah perusahaan multinasional. Pada tahun 2018, banyak dari komunitas mayoritas Hindu mengajukan keberatan serupa terhadap umat Islam yang berdoa di tempat terbuka.

Pejabat distrik menengahi konflik antara masyarakat itu dengan mengidentifikasi sekitar 35 ruang terbuka bagi umat Islam untuk sholat Jumat. Banyak dari mereka yang ditahan pada Jumat yang mengangkat plakat bertuliskan “Pemerintahan Gurgaon, bangun dari tidurmu.”

Beberapa gambar di media sosial menunjukkan sekelompok orang yang sebagian besar membuka masker, menuntut sholat dihentikan. Sementara yang lain meneriakkan “Jai Shri Ram” yang berarti salam Tuhan Ram, seruan untuk nasionalis Hindu.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini