Soal Ade Armando, Muhammadiyah: Banyak yang Lebih Penting

Jumat , 05 Nov 2021, 05:01 WIB Reporter :Meiliza Laveda/ Redaktur : Esthi Maharani
Sekretaris Jenderal PP Muhammadiyah, Abdul Muti
Sekretaris Jenderal PP Muhammadiyah, Abdul Muti

IHRAM.CO.ID, JAKARTA – Pernyataan Dosen Ilmu Komunikasi Universitas Indonesia (UI) Ade Armando memicu perdebatan di kalangan masyarakat. Dalam hal ini, Muhammadiyah ikut angkat bicara. Sekretaris Umum Muhammadiyah Abdul Mu’ti mengatakan ini merupakan perdebatan klasik.

 

Terkait

“Ini perdebatan klasik dan bukan hal yang kontroversial,” kata Abdul kepada Republika.co.id, Kamis (4/11). Abdul menyebut nama-nama sholat dan waktu pelaksanaan memang tidak ada dalam teks Alquran tetapi tercantum dalam hadits.

Dia menjelaskan, dalam Alquran disebutkan ada tuga waktu sholat. Yakni, saat tergelincir matahari, gelap malam, dan fajar. Bahkan, ada satu ayat yang menyebut “sholat al-wustha” tanpa disebutkan waktunya.

“Perbedaan pendapat (khilafiah) itu masih terus terjadi sampai sekarang,” ujar dia. Oleh karena itu, Abdul menyarankan agar persoalan ini tidak perlu dibesar-besarkan. Sebab, banyak masalah lain yang dinilai lebih penting. Misal, mengatasi masalah pandemi dan kemiskinan. Dia juga mengajak masyarakat untuk tidak menanggapi soal ini.

“Jangan sampai energi umat terkuras untuk memperdebatkan hal-hal yang tidak fundamental,” tambahnya.

Sebelumnya, Ade Armando menyatakan perintah sholat lima waktu tidak ada dalam Alquran. Pernyataan tersebut datang sebagai tanggapan atas Presiden Nusantara Foundation Muhammad Shamsi Ali yang menuding Ade telah mengingkari Islam karena tidak menjalankan syariat Islam.

“Saya sih sholat lima waktu walaupun saya tahu dalam Alquran tidak ada perintah sholat lima waktu. Saya sudah sholat sejak kecil dan saya merasa perlu berkomunikasi dengan Tuhan secara konstan,” kata Ade dalam video berjudul Syamsi Ali, Felix Siauw Mengoroyok Saya Soal Logika di kanal Youtube CokroTV.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini