Rabu 10 Nov 2021 05:55 WIB

Teh Uganda, Minuman Paling Populer di Turki

Semua teh Uganda berasal dari lingkungan pertanian yang memenuhi persyaratan khusus.

Rep: Meiliza Laveda/ Red: Esthi Maharani
Teh
Foto:

Hubungan Turki-Afrika

Dilansir Anadolu Agency, Selasa (9/11), volume perdagangan antara Turki dan Afrika telah meningkat sebesar 381 persen, membengkak dari 5,4 miliar dolar Amerika pada tahun 2003 menjadi 25,4 miliar dolar Amerika pada tahun 2020.

“Kami akan bekerja sama, bahu-membahu untuk meningkatkan volume perdagangan kami hingga 50 miliar dolar Amerika,” kata Erdogan pada Januari tahun lalu di forum ekonomi dan bisnis antara Turki dan Afrika.

Erdogan telah mengunjungi 30 dari 54 negara Afrika, jumlah terbanyak oleh seorang kepala negara non-Afrika. Jumlah kedutaan Turki di Afrika telah berkembang dari 12 menjadi 43 sejak 2002. Sementara maskapai nasional, Turkish Airlines telah terbang ke lebih dari 60 tujuan Afrika.

Ketua Dewan Otoritas Investasi Uganda Morrison Rwakakamba menghadiri Forum Ekonomi dan Bisnis Turki-Afrika III awal tahun ini dan menyatakan harapan pada minat Turki dalam pertanian dan pengolahan hasil pertanian di Uganda.

“Dengan Turki, hubungannya sangat didasarkan pada mutualitas dan itu adalah titik awal yang sangat baik,” kata Morrison. Para ahli mengatakan Turki telah mengembangkan niat baik di Afrika dibandingkan dengan negara-negara seperti China yang proyek-proyeknya diketahui membebani negara-negara berkembang dengan utang yang besar.

Duta Besar Turki untuk Uganda Fikret Karim Alp mengatakan alasan utama meningkatnya minat Ankara di Afrika adalah potensi untuk pembangunan bersama. “Turki tertarik untuk mendiversifikasi investasi dan sumber dayanya untuk meningkatkan kerja sama dengan negara berkembang dan berkembang bersama,” kata Alp.

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...

Apakah internet dan teknologi digital membantu Kamu dalam menjalankan bisnis UMKM?

  • Ya, Sangat Membantu.
  • Ya, Cukup Membantu
  • Tidak
Advertisement
Yuk Ngaji Hari Ini
كَانَ النَّاسُ اُمَّةً وَّاحِدَةً ۗ فَبَعَثَ اللّٰهُ النَّبِيّٖنَ مُبَشِّرِيْنَ وَمُنْذِرِيْنَ ۖ وَاَنْزَلَ مَعَهُمُ الْكِتٰبَ بِالْحَقِّ لِيَحْكُمَ بَيْنَ النَّاسِ فِيْمَا اخْتَلَفُوْا فِيْهِ ۗ وَمَا اخْتَلَفَ فِيْهِ اِلَّا الَّذِيْنَ اُوْتُوْهُ مِنْۢ بَعْدِ مَا جَاۤءَتْهُمُ الْبَيِّنٰتُ بَغْيًا ۢ بَيْنَهُمْ ۚ فَهَدَى اللّٰهُ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لِمَا اخْتَلَفُوْا فِيْهِ مِنَ الْحَقِّ بِاِذْنِهٖ ۗ وَاللّٰهُ يَهْدِيْ مَنْ يَّشَاۤءُ اِلٰى صِرَاطٍ مُّسْتَقِيْمٍ
Manusia itu (dahulunya) satu umat. Lalu Allah mengutus para nabi (untuk) menyampaikan kabar gembira dan peringatan. Dan diturunkan-Nya bersama mereka Kitab yang mengandung kebenaran, untuk memberi keputusan di antara manusia tentang perkara yang mereka perselisihkan. Dan yang berselisih hanyalah orang-orang yang telah diberi (Kitab), setelah bukti-bukti yang nyata sampai kepada mereka, karena kedengkian di antara mereka sendiri. Maka dengan kehendak-Nya, Allah memberi petunjuk kepada mereka yang beriman tentang kebenaran yang mereka perselisihkan. Allah memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki ke jalan yang lurus.

(QS. Al-Baqarah ayat 213)

Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement
Advertisement