Kanada akan Melarang Pelancong Asal Mesir karena Omicron

Rabu , 01 Dec 2021, 13:33 WIB Reporter :Mabruroh/ Redaktur : Esthi Maharani
Penumpang di Bandara Pearson, Toronto, Kanada
Penumpang di Bandara Pearson, Toronto, Kanada

IHRAM.CO.ID, KAIRO -- Munculnya varian baru Covid-19, membuat banyak negara segera mengambil sikap menutup pintu masuk dari dan ke negara-negara yang terdeteksi Omicron. Salah satunya Kanada yang akan melarang pelancong dari Mesir, bersama dengan Nigeria dan Malawi, di tengah meningkatnya kekhawatiran tentang penyebaran Omicron.

 

Terkait

Menurut Toronto Star, ketiga negara tersebut adalah negara terbaru yang ditambahkan ke daftar tujuh negara lain yang dilarang masuk Kanada. Lebih banyak tindakan akan diumumkan mendatang.

Baca Juga

Keputusan itu muncul setelah pejabat Belanda pada Selasa (30/11) mengatakan varian Omicron telah berada di Belanda sebelum Afrika Selatan pertama kali melaporkannya.

Varian tersebut ditemukan dalam dua sampel uji dari 19 November dan 23 November, dengan satu tidak memiliki riwayat perjalanan, menunjukkan bahwa varian tersebut sudah beredar di Belanda.

"Kanada telah mengidentifikasi lima orang dengan varian baru, setidaknya dua di antaranya baru-baru ini berada di Nigeria,  kemudian Provinsi barat Alberta telah mendeteksi setidaknya satu kasus Omicron," kata juru bicara Perdana Menteri Jason Kenney, dilansir dari Middle East Eye, Rabu (1/12).

Pekan lalu Ottawa melarang pelancong yang baru-baru ini berkunjung ke Afrika Selatan, Namibia, Lesoto, Botswana, Eswatini, Zimbabwe, dan Mozambik.

Perdana Menteri Ontario dan Quebec, dua provinsi terpadat di Kanada, menyerukan Ottawa untuk memberlakukan tindakan yang lebih keras dan lebih banyak pengujian untuk virus tersebut.

Pada Kamis lalu, ilmuwan Afrika Selatan mengatakan mereka telah mendeteksi varian B.1.1.529 baru, dan mengatakan memiliki setidaknya 10 mutasi, dibandingkan dengan dua untuk Delta dan tiga untuk varian Beta.

Organisasi Kesehatan Dunia menyatakan strain Omicron yang baru-baru ini ditemukan sebagai "varian yang menjadi perhatian", memicu  serangkaian larangan perjalanan yang berbeda dari berbagai negara.

Oman, Qatar, Mesir, Iran, Arab Saudi, Uni Emirat Arab Bahrain, Maroko, Kuwait dan  Yordania  termasuk di antara negara-negara Timur Tengah yang mengumumkan larangan beberapa pelancong dari beberapa negara Afrika setelah laporan varian baru.

Mesir mengumumkan bahwa mereka telah  mendeteksi  kasus varian baru di negara itu. Swiss juga telah memperluas persyaratan karantina untuk membendung penyebaran varian Omicron dari pelancong yang datang dari negara-negara di mana kasus telah terdeteksi, termasuk Inggris , Republik Ceko, Belanda, Mesir, dan Malawi.

Swiss kemudian melarang penerbangan langsung dari Afrika Selatan dan wilayah sekitarnya. Kemudian Belgia mengatakan pada bahwa pihaknya telah mendeteksi kasus pertama varian baru yang diumumkan di Eropa pada orang yang tidak divaksinasi yang kembali dari Mesir melalui Turki.

Uni Eropa telah mengusulkan negara-negara anggota menghentikan semua penerbangan ke dan dari Afrika selatan setelah penemuan varian tersebut. Inggris juga telah melarang penerbangan dari Afrika Selatan dan negara-negara tetangga, meminta para pelancong yang kembali untuk dikarantina.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini