Kapuskes Haji: Kebijakan di Masa Pandemi Sangat Dinamis

Selasa , 21 Dec 2021, 15:00 WIB Reporter :Ali Yusuf/ Redaktur : Muhammad Hafil
Kapuskes Haji: Kebijakan di Masa Pandemi Sangat Dinamis. Foto: Kapuskes Haji Budi Sylvana
Kapuskes Haji: Kebijakan di Masa Pandemi Sangat Dinamis. Foto: Kapuskes Haji Budi Sylvana

IHRAM.CO.ID, JAKARTA--Kepala Pusat Kesehatan Haji Budi Sylvana mengatakan, kebijakan di dalam dan luar negeri di masa pandemi Covid-19 dapat berubah setiap saat, tergantung perkembangan pandemi. Perubahan itu dilakukan demi melindungi seluruh masyarakat Indonesia.

 

Terkait

"Yaa kan bisa aja kebijakan terkait covid berubah," kata Budi saat dihubungi Republika, Selasa (21/12).

Baca Juga

Budi menegaskan, di masa pandemi ini tidak ada ketentuan yang mengatur penanganan pandemi sifatnya permanen. Semua aturan saat ini bisa berubah-ubah untuk menyesuaikan situasi dan kondisi di dalam dan luar negeri.

"Keselamatan warga negara Indonesia secara keseluruhan menjadi pertimbangan utama dalam pengambilan kebijkan. Karna memang kondisinya sangat dinamis," ujarnya.

Pada kesempatan waktu itu, Budi mendorong masyarakat, khususnya jamaah umroh segera melengkapi vaksinasinya. Sehingga ketika mendapat jadwal jamaah bisa langsung diberangkatkan ke Arab Saudi.

Menurutnya, Indonesia berusaha maksimal agar Omicron tdk menyebar luas di Indonesia, termasuk salah satuna melalui karantina. Arab Saudi memastikan temuan kasus pertama Covid-19 varian Omicron pada pendatang dari sebuah negara Afrika bagian utara, menurut kantor berita negara SPA, Rabu.

Mengutip pernyataan dari kementerian kesehatan kerajaan, SPA mengatakan pihak berwenang sudah mengisolasi orang tersebut dan orang-orang lain yang melakukan kontak dengannya. Temuan itu menjadi kasus Omicron pertama di Timur Tengah dan Afrika Utara.

Kementerian mengatakan orang tersebut adalah warga negara Saudi yang baru kembali dari sebuah negara di Afrika Utara tanpa menyebut nama negaranya. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperingatkan pada Senin bahwa varian Omicron kemungkinan menyebar secara global. Varian ini membawa risiko peningkatan yang sangat tinggi dalam kasus infeksi sehingga bisa menimbulkan konsekuensi parah di sejumlah tempat.

Kementerian Saudi mendesak masyarakat menjalani vaksinasi lengkap dan memerintahkan pelaku perjalanan untuk menaati aturan isolasi mandiri dan pengujian Covid. Omicron pertama kali dilaporkan pada 24 November di selatan Afrika, lokasi dengan kasus infeksi meningkat tajam. Varian itu lalu menyebar ke belasan negara, sebagian besar di antaranya telah memberlakukan pembatasan perjalanan. 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini