Israel Diduga Lakukan Tindakan Brutal ke Tahanan Wanita Palestina

Rabu , 22 Dec 2021, 05:50 WIB Reporter :Alkhaledi Kurnialam/ Redaktur : Esthi Maharani
 Seorang penjaga penjara berdiri di penjara Gilboa di Israel utara
Seorang penjaga penjara berdiri di penjara Gilboa di Israel utara

IHRAM.CO.ID, TEL AVIV -- Petugas Israel di penjara Damon diduga menyerang beberapa tahanan perempuan Palestina. Mereka juga dilaporkan menyemprot semprotan merica dan menempatkan orang lain di sel isolasi selama tindakan keras tersebut.

 

Terkait

Dilansir dari Middle East Eye, Senin (20/12), Organisasi pembela hak tahanan Palestina yang memantau kondisi warga Palestina di penjara-penjara Israel mengatakan para tahanan wanita memiliki banyak tindakan keras yang dikenakan pada mereka. Semua tindakan itu dilakukan oleh Layanan Penjara Israel selama sepekan terakhir.

Pada 14 Desember, para tahanan menolak untuk dipindahkan ke sel 11 penjara Damon ketika seorang petugas meminta untuk menggeledahnya. Hal ini menyebabkan petugas menyerbu sel, menggunakan kekerasan, dan menyita peralatan elektronik dari para tahanan, seperti radio dan TV.

Organisasi itu mengatakan para penjaga memukuli tahanan, menyeret mereka ke lantai, dan telah menempatkan Shorooq Douyat, Marah Bakir, dan Muna Kaadan di sel isolasi. Bakir bertindak sebagai wakil narapidana dan memimpin penolakan untuk keluar dari sel.  Douyat menjalani hukuman terlama dari semua tahanan perempuan Palestina, yang telah diberikan 16 tahun karena upaya penusukan di Yerusalem pada tahun 2015.

Menurut Addameer, LSM lain yang mendukung tahanan Palestina, ada 32 tahanan wanita yang ditahan di penjara Israel, terutama di Damon, dekat kota Haifa. Tindakan kekerasan berlangsung selama empat hari dan para tahanan dilaporkan keberatan dengan mengetuk pintu sel mereka dengan keras dan menolak untuk makan.

Organisasi itu mengatakan bahwa beberapa wanita terluka ringan selama serangan itu dan seorang tahanan menjadi tidak sadarkan diri. Penjaga Israel juga memutus aliran listrik di sel, mengancam para tahanan dengan semprotan merica, dan melepaskan jilbab para tahanan, menjambak rambut mereka. Middle East Eye telah meminta Layanan Penjara Israel untuk memberikan komentar.

Empat narapidana wanita di Sel 11, Maysoon Musa al-Jabali, Nurhan Khadr Awwad, Shorooq al-Badn, dan Malak Salman, serta Marah Bakir, perwakilan dari para narapidana wanita di Damon, dilarang menggunakan kantin atau menerima kunjungan keluarga untuk sebulan. Selain itu, kelimanya masing-masing dikenai denda Rp 1,8 juta sebagai hukuman.

Perwakilan tahanan yang tergabung dalam gerakan Hamas dan Jihad Islam mengatakan mereka dalam "siaga tinggi" untuk membuat penjaga penjara membayar harga karena menyerang para wanita.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini