Sabtu 08 Jan 2022 17:09 WIB

AS Khawatir dengan Potensi Penyebaran Paramiiter Wagner di Mali

Menurut AS Paramiliter Wargner didukung Rusia

Paramiliter Wagner di Mali
Foto: Orrisapost
Paramiliter Wagner di Mali

IHRAM.CO.ID, WASHINGTON -- Amerika Serikat (AS) pada Rabu mengatakan bahwa pihaknya "khawatir dengan" potensi penyebaran kelompok paramiliter Wagner yang didukung Rusia di Mali.

Departemen Luar Negeri AS mengutip sebuah kesepakatan yang "mengalihkan uang yang dapat digunakan untuk mendukung angkatan bersenjata Mali dan layanan publik untuk membayar pengerahan pasukan Kelompok Wagner Yevgeniy Prigozhin ke Mali."

"Pasukan Wagner - yang dikenal karena aktivitas destabilisasi dan pelanggaran hak asasi manusia mereka - tidak akan membawa perdamaian ke Mali, melainkan akan semakin membuat negara itu tidak stabil," kata juru bicara Deplu AS Ned Price dalam sebuah pernyataan.

Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken bulan lalu memperingatkan aktivitas militer Grup Wagner yang aktif di Mali, dengan mengatakan negara Afrika itu "tetap menjadi kunci utama bagi stabilitas masa depan di Sahel."

 

Pada Senin, Uni Eropa memberikan sanksi kepada kelompok Wagner dan 11 mitranya untuk "kegiatan destabilisasi" di Ukraina, Libya, Republik Afrika Tengah dan Suriah.

"Negara-negara yang mengalami penyebaran kelompok Wagner di dalam perbatasan mereka akan segera lebih miskin, lebih lemah, dan kurang aman. Kasus Libya, CAR, Ukraina, dan Suriah adalah contoh dampak merugikan dari penyebaran Grup Wagner," kata Price.

AS mendesak pemerintah transisi Mali untuk tidak mengalihkan sumber anggaran yang langka dari perang militer Mali melawan terorisme.

"Kekayaan negara - termasuk konsesi pertambangan - harus menguntungkan rakyat Mali, dan tidak digadaikan ke pasukan asing yang tidak bertanggung jawab dengan catatan menyalahgunakan penduduk lokal dan merusak kontrol negara tuan rumah atas wilayah mereka sendiri," tukas Price.

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement