Sabtu 08 Jan 2022 10:21 WIB

Berencana Tembak Masjid, Remaja di Wiltshire Diberi Rehabilitasi

KomunitS Muslim Wiltshids menanggapi ancaman terhadap masjid serius

Rep: Zahrotul Oktaviani/ Red: Muhammad Subarkah
Masjid di Wiltshire, Inggris.
Foto: Wiltshire.com
Masjid di Wiltshire, Inggris.

 IHRAM.CO.ID,  WILTSHIRE -- Seorang remaja berusia 17 dari Wiltshire, Inggris, memiliki rencana menembak sebuah masjid. Tindakannya ini disebut menargetkan untuk membunuh 10.000 orang.

Atas rencana tersebut, ia diperintahkan untuk menjalani rehabilitasi. Tak hanya itu, ia juga diminta untuk membayar biaya tambahan pengadilan 22 poundsterling.

 Di Pengadilan Pemuda Southampton, ia mengaku bersalah memiliki alat yang mungkin berguna untuk mempersiapkan tindakan terorisme. Perintah untuk rehabilitasi ini harus ia jalani selama 24 bulan.

 "Bocah itu telah membuat banyak komentar rasis di forum daring dan berbicara tentang keinginannya untuk membunuh Muslim dengan ‘menembaki sebuah Masjid’," kata seorang juru bicara Counter Terrorism Policing South East (CTPSE), dikutip di Asian Image, Ahad (9/1/2022).

 Tindakannya ini dilaporkan oleh anggota masyarakat daring yang merasa prihatin. Akibatnya, bocah itu pernah ditangkap pada 18 Juni karena komunikasi jahat yang diperburuk secara rasial/agama.

 Ia juga menyebut, selama penggeledahan sebuah properti, detektif yang bertugas menemukan catatan tulisan tangan berjudul 'The Big Plan'.

 “Catatan ini berisi rincian tentang cara membuat bom, sejumlah lokasi yang disebutkan dan individu yang diyakini sebagai target aspirasi, serta niat untuk membunuh lebih dari 10.000 orang," lanjutnya.

 Kepala CTPSE, Kepala Detektif Inspektur Kath Barnes, mengatakan tidak pernah ada alasan untuk merayakan suatu hal, jika seseorang yang begitu muda jatuh dalam kebencian. Apa yang ia lihat dari kasus ini adalah keberadaan seseorang yang memercayai insting mereka.

 “Setelah membaca pelecehan rasis keji secara daring, seseorang memilih untuk bergerak. Mereka menghubungi Hotline Anti-Terorisme dan berbagi keprihatinan mereka dengan kami. Sebagai hasilnya, kami dapat melakukan intervensi sebelum situasi meningkat lebih jauh," ujar dia.

 Ia pun menyadaei, kasus ini kemungkinan besar mengkhawatirkan anggota komunitas tertentu yang menjadi sasaran kebencian yang mengerikan.

 Tak hanya itu, ia menyebut telah melihat adanya peningkatan proporsi investigasi dari ancaman terorisme sayap kanan ekstrem yang ingin membahayakan komunitas.

“Kami menanggapi ancaman itu dengan sangat serius dan inilah mengapa seluruh komunitas CT, serta seluruh masyarakat, memiliki peran untuk dimainkan dalam menanganinya," lanjutnya.   \

 

https://www.asianimage.co.uk/news/19833839.teenager-wanted-shoot-mosque-given-rehabilitation-order-ordered-pay-22-court-surcharge/

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement