Alquran Jelaskan Sebab Hilangnya Nikmat pada Suatu Kaum

Kamis , 13 Jan 2022, 14:48 WIB Reporter :Fuji E Permana/ Redaktur : Esthi Maharani
Ilustrasi Lafadz Allah
Ilustrasi Lafadz Allah

IHRAM.CO.ID, JAKARTA -- Alquran menjelaskan bahwa Allah SWT tidak akan mengubah suatu nikmat yang diberikan-Nya kepada suatu kaum. Hingga kaum itu mengubah diri mereka sendiri menjadi pribadi yang tidak baik. Hal ini dijelaskan dalam Surah Al-Anfal Ayat 53 dan tafsirnya.

 

Terkait

ذٰلِكَ بِاَنَّ اللّٰهَ لَمْ يَكُ مُغَيِّرًا نِّعْمَةً اَنْعَمَهَا عَلٰى قَوْمٍ حَتّٰى يُغَيِّرُوْا مَا بِاَنْفُسِهِمْۙ وَاَنَّ اللّٰهَ سَمِيْعٌ عَلِيْمٌۙ

Yang demikian itu karena sesungguhnya Allah tidak akan mengubah suatu nikmat yang telah diberikan-Nya kepada suatu kaum, hingga kaum itu mengubah apa yang ada pada diri mereka sendiri. Sungguh, Allah Maha Mendengar, Maha Mengetahui. (Al-Anfal: 53)

Tafsir Kementerian Agama menerangkan, maksud ayat ini, turunnya azab atas orang-orang kafir merupakan bukti keadilan Allah, sebab yang demikian itu yakni turunnya azab, karena sesungguhnya Allah tidak akan mengubah suatu nikmat yang tampak pada penglihatan dan bisa dirasakan langsung, seperti rasa aman, kemakmuran, kesuburan, dan lain-lain, yang telah diberikan-Nya kepada suatu kaum, hingga kaum itu mengubah apa yang ada pada diri mereka sendiri.

Mengubah yang ada pada diri mereka sendiri, ini menyangkut perubahan sikap, mental dan perilaku. Seperti dari peduli menjadi tidak peduli, adil menjadi tidak adil, dari berani berkorban menjadi serakah, dan lain-lain. Sungguh, Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.

Siksaan yang menimpa orang-orang Quraisy karena mereka mengingkari nikmat-nikmat Allah, ketika Allah mengutus seorang Rasul dari kalangan mereka sendiri, yang membacakan ayat-ayat-Nya, lalu mereka mendustakan, bahkan mengusirnya dari negerinya, lalu memerangi terus-menerus. Maka Allah menyiksa mereka disebabkan dosa-dosa mereka. Yang demikian ini membuktikan sunatullah yang telah berlaku sejak dahulu.

Allah tidak mengubah suatu nikmat yang telah berlaku sejak dahulu. Allah tidak mengubah suatu nikmat yang telah dianugerahkan-Nya kepada suatu kaum, sehingga kaum itu mengubah apa yang ada pada diri mereka sendiri.

Ayat ini mengandung isyarat, bahwa nikmat-nikmat pemberian Allah yang diberikan kepada umat atau perorangan, selalu dikaitkan kelangsungannya dengan akhlak dan amal mereka itu sendiri. Jika akhlak dan perbuatan mereka terpelihara baik, maka nikmat pemberian Allah itu pun tetap berada bersama mereka dan tidak akan dicabut.