Jumat 21 Jan 2022 03:44 WIB

Tidur Dinilai Ibadah, ini Penjelasannya

Ada perbedaan besar antara tidur yang biasa dan tidur yang dinilai sebagai ibadah.

Rep: Umar Mukhtar/ Red: Agung Sasongko
Kurang tidur (ilustrasi).
Foto: www.freepik.com
Kurang tidur (ilustrasi).

IHRAM.CO.ID, JAKARTA -- Tidur dapat dinilai sebagai suatu ibadah sehingga diganjar pahala oleh Allah SWT. Rasulullah SAW bersabda, "Orang yang sudah berniat sholat malam, tetapi kemudian ia tertidur, Allah tetap memberinya ganjaran pahala atas sholat (yang telah diniatkannya itu). Tidurnya dinilai sebagai sedekah untuk dirinya.” (HR Malik, Abu Dawud, dan An-Nasa'I)

Ulama Mesir, Syekh Muhammad Abu Bakar menjelaskan, hadits tersebut menunjukkan bahwa seorang Muslim tidak perlu bersedih ketika ibadah yang diniatkannya untuk dikerjakan pada malam hari, lalu ia tertidur. Sebab, rahmat Allah SWT sungguh sangat luas dan karunia-Nya juga begitu besar.

Baca Juga

"Setiap ibadah yang hendak dikerjakan pada malam hari, misalnya sholat, berdzikir, bertaubat, lalu ia tertidur, maka itu tetap dihitung sebagai pahala dan tidur tersebut menjadi sedekah dan rahmat dari Allah untukmu," kata dia sebagaimana dilansir laman Elbalad, Kamis (20/1).

Sementara itu, Guru Besar Syariah Universitas Al-Azhar Syekh Dr Mabruk Attiya, juga memaparkan, tidur menjadi ibadah ketika orang yang tidur itu berniat istirahat karena Allah SWT.

 

 

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement