Diserang Pemukim Israel Saat Bantu Palestina, Aktivis Rabbis for Human Rights Masuk RS

Sabtu , 22 Jan 2022, 08:34 WIB Reporter :Mabruroh/ Redaktur : Reiny Dwinanda
Petani Palestina memadamkan api di kebun zaitun, yang disebabkan oleh tabung gas air mata polisi Israel, yang digunakan untuk membubarkan warga Palestina yang mencoba mencapai kebun mereka, di desa Burqa Tepi Barat, Timur Ramallah, Jumat, 16 Oktober 2020. Aktivis Rabbis for Human Rights diserang pemukim Yahudi saat bantu warga Palestina tanam zaitun di Burin, dekat Nablus di Tepi Barat utara, Jumat (21/1/2022).
Petani Palestina memadamkan api di kebun zaitun, yang disebabkan oleh tabung gas air mata polisi Israel, yang digunakan untuk membubarkan warga Palestina yang mencoba mencapai kebun mereka, di desa Burqa Tepi Barat, Timur Ramallah, Jumat, 16 Oktober 2020. Aktivis Rabbis for Human Rights diserang pemukim Yahudi saat bantu warga Palestina tanam zaitun di Burin, dekat Nablus di Tepi Barat utara, Jumat (21/1/2022).

REPUBLIKA.CO.ID, YERUSALEM — Sebuah rekaman yang diunggah media sosial Rabbis for Human Rights menunjukkan laki-laki bertopeng memukuli para aktivis dengan tongkat dan batu. Penyerang juga membakar mobil di Burin, dekat Nablus di Tepi Barat utara.

 

Terkait

Beberapa aktivis Rabbis for Human Rights terluka dalam serangan yang diduga dilakukan oleh pemukim Israel tersebut. Akibatnya, mereka harus dirawat di rumah sakit.

Baca Juga

Media lokal melaporkan bahwa empat anggota Rabbis for Human Rights dan Harvest Coalition berada di sana untuk membantu warga Palestina menanam pohon zaitun. Di Tepi Barat, pohon zaitun telah menjadi titik nyala ketegangan.