Mantan Menteri Inggris Tuduh Partai Berkuasa Pecat Jabatan Karena Muslim

Senin , 24 Jan 2022, 13:37 WIB Reporter :Dwina Agustin/ Redaktur : Muhammad Hafil
Mantan Menteri Inggris Tuduh Partai Berkuasa Pecat Jabatan Karena Muslim. Foto:  Islamofobia (ilustrasi)
Mantan Menteri Inggris Tuduh Partai Berkuasa Pecat Jabatan Karena Muslim. Foto: Islamofobia (ilustrasi)

IHRAM.CO.ID,LONDON --  Anggota parlemen Muslim dari Partai Konservatif Tory Nusrat Ghani mengatakan identitasnya sebagai Muslim membuatnya dipecat sebagai menteri transportasi dalam perombakan pada Februari 2020. Peristiwa itu dia adukan kepada  Perdana Menteri Boris Johnson dan dia tidak mau terlibat dengan masalah itu.

 

Terkait

Baca Juga

Ghani mengungkapkan tuduhan itu dalam sebuah wawancara dengan The Sunday Times pada Sabtu (22/1). "Rasanya seperti ditinju di perut. Saya merasa terhina dan tidak berdaya," ujarnya.

Menurut Ghani, dia diberitahu bahwa pada pertemuan reshuffle di Downing Street bahwa Muslim diangkat sebagai isu. "Status 'menteri wanita Muslim' saya membuat rekan kerja tidak nyaman dan ada kekhawatiran bahwa saya tidak setia kepada partai. karena saya tidak berbuat cukup untuk membela partai melawan tuduhan Islamofobia," ujarnya.

Juru bicara Johnson mengatakan pada Ahad (23/1), bahwa perdana menteri bertemu dengan  Ghani pada 2020 atas klaim pemecatannya. "Setelah mengetahui klaim yang sangat serius ini, perdana menteri bertemu dengan Nusrat Ghani untuk membahasnya," ujar pernyataan itu.

"Dia (Johnson) kemudian menulis surat kepadanya untuk mengungkapkan keprihatinannya yang serius dan mengundangnya untuk memulai proses pengaduan resmi. Dia kemudian tidak melakukannya. Partai Konservatif tidak mentolerir prasangka atau diskriminasi dalam bentuk apa pun," kata juru bicara itu dikutip dari Anadolu Agency.

Menyusul komentar Downing Street itu, Ghani merilis sebuah pernyataan yang menyatakan telah memberi tahu perdana menteri pada Juni 2020 yang sudah dibahas dengan bagian Whip atau bagian disiplin Partai di Parlemen. Dia pun mendesak Johnson untuk menganggap serius sebagai masalah pemerintah dan menghasut memberikan sebuah pertanyaan. Dia tidak ingin ada rekan lainnya yang harus bernasib sama sepertinya.

"Dia menulis kepada saya bahwa dia tidak bisa terlibat dan menyarankan saya menggunakan proses pengaduan internal Partai Konservatif. Ini, seperti yang telah saya tunjukkan, sangat jelas tidak pantas untuk sesuatu yang terjadi pada bisnis pemerintah," ujar Ghani.

"Saya memiliki banyak hal yang ingin saya capai dalam politik, paling tidak kampanye saya tentang hak asasi manusia dan genosida, dan saya sangat kecewa bahwa itu terjadi," katanya.

Kepala Whip Mark Spencer secara terbuka mengidentifikasi dirinya sebagai sosok yang dimaksud oleh Ghani. Namun, dengan tegas dia membantah tuduhan tersebut. "Tuduhan ini sepenuhnya salah dan saya menganggapnya sebagai fitnah. Saya tidak ingin pernyataan itu dikaitkan dengan saya," katanya

Sedangkan Wakil Perdana Menteri Dominic Raab dalam Sky News mengatakan, tuduhan Ghani sangat serius. "Izinkan saya menjelaskan di awal, kami sama sekali tidak menoleransi diskriminasi apa pun, Islamofobia apa pun di Partai Konservatif," katanya.

Atas tuduhan dan sangkalan yang saling dilemparkan, Jaksa Agung Shadow Emily Thornberry mempertimbangkan penyelidikan independen terhadap Islamofobia di Partai Konservatif yang berkuasa. "Dengan cara yang sama seperti kami mengadakan penyelidikan independen terhadap racun anti-Semitisme di Partai Buruh," katanya.

Sekretaris jenderal Dewan Muslim Inggris, yang dipimpin oleh Komisi Persamaan dan Hak Asasi Manusia, Zara Mohammed, menyatakan kesaksian  Ghani tentang Islamofobia di Partai Konservatif mengejutkan, tetapi tidak terlalu mengejutkan. "Bahwa dia mengalami ini sebagai seorang perempuan Muslim di puncak partai hanya memperkuat sifat masalah yang mengakar. Islamofobia institusional di Partai Konservatif telah berlangsung dengan impunitas terlalu lama," ujarnya. 

Sumber:

https://www.aa.com.tr/en/europe/uk-premier-said-could-not-get-involved-over-islamophobia-claims-muslim-mp/2483313

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini