Sosok yang Dekat dengan Rasulullah

Kamis , 03 Feb 2022, 12:30 WIB Reporter :Andrian Saputra/ Redaktur : Agung Sasongko
Rasulullah
Rasulullah

IHRAM.CO.ID, Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:  

 

Terkait

وَلْتَكُنْ مِنْكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ ۚ وَأُولَٰئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ

Baca Juga

Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung (Alquran surat Ali Imran ayat 104).

Pendakwah KH. Dzulfattah Yasin menjelaskan lafadz yad'una pada ayat tersebut merupakan fiil mudore yang mengandung makna sedang atau akan dan bersifat af'alul istimror berarti terus menerus. Maka dari itu ayat tersebut menegaskan bahwa haendaklah di antara kamu ada sekelompok manusia yang selalu mengajak kepada alkhoir. Dalam kitab An-Nashaih Ad-Diniyyah karya Habib Abdullah bin Alwi bin Muhammad al Haddad menjelaskan lafadz alkhoir pada ayat itu bermakna mengajak kepada iman dan ketaatan. 

"Jadi orang itu beriman dukut baru taat. Seperti Rasulullah ketika di Makkah selama kurang lebih 13 tahun itu dakwahnya hanya perbaikan iman, pemantapan akidah. Baru ketika hijrah ke Madinah ada perintah syariat, sholat dan lainnya. Dalam firman Allah ini, hendaklah ada seseorang atau sekelompok orang yang selalu mengajak orang lain kepada iman dan taat," kata Kiai Dzulfattah dalam kajian rutin Masjid Istiqlal Jakarta pada Kamis (27/1/2022). 

Kiai Dzulfattah mengatakan orang yang selalu menyeru orang lain untuk meningkatkan keimanan dan ketaatan kepada Allah dan disertai keikhlasan karena Allah, maka akan masuk pada golongan orang yang derajatnya tinggi (manzilaturrafiah). Ia menjelaskan orang yang mengajak orang lain pada kebenaran, atau pada perbuatan baik, maka baginya pahala.