Sapuhi: Jamaah dan Penyelenggara Ingin Bandara Lain Dibuka untuk Umroh

Selasa , 15 Feb 2022, 21:14 WIB Reporter :Ali Yusuf/ Redaktur : Nashih Nashrullah
Sejumlah calon jamaah umroh mengantre untuk pemeriksaan dokumen di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten. Pemerintah masih terapkan OGP untuk penerbangan umroh
Sejumlah calon jamaah umroh mengantre untuk pemeriksaan dokumen di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten. Pemerintah masih terapkan OGP untuk penerbangan umroh

IHRAM.CO.ID, JAKARTA— Ketua Umum Sarikat Penyelenggara Umroh Haji Indonesia (Sapuhi), Syam Resfiadi, mengatakan jamaah dan penyelenggara perjalanan ibadah umroh (PPIU) sudah menginginkan bandara lain dibuka untuk keberangkatan umroh. 

 

Terkait

Di bukanya bandara lain ini untuk mengurangi titik kumpul jamaah di bandara Soekarno-Hatta. "Memang itu yang diinginkan PPIU agar ada penyebaran jamaah jangan ngumpul sati titik," kata Syam Resfiadi, saat dihubungi Republika.co.id, Selasa (15/2/2022). 

Baca Juga

Syam Resfiadi berpendapat seharusnya kebijakan one gate policy (OGP) sudah dihapus. Karena kebijakan OGP ini disepakati digunakan sementara bukan untuk kebijakan tetap. "Karena OGP sudah lewat dari satu bulan," ujarnya. 

Meski demikian dia memahami bahwa kebijakan dibuka atau tidaknya bandara lain untuk keberangkatan umroh tergantung pemerintah melalui Satgas Covid-19. Penyelenggara perjalanan ibadah umroh yang merupakan bagian dari masyarakat tetap patung atas semua kebijakan satgas. 

"Namun semua tergantung Satgas dan bawahannya mungkin dan siapkah embarkasi Juanda dengan kota Surabayanya untuk hotel-hotel karantinanya," katanya. 

Syam Rersfiadi berharap pemerintah dapat memastikan jika semua bandara sudah normal dan sudah siap digunakan, maka sudah sebaiknya bandara lain juga dibuka untuk keberangkatan umroh.  

"Jika semua siap alangkah baik dan senangnya jamaah Jatim dan sekitarnya tidak bertumpuk di Soetta," katanya. 

Menurutnya banyak keuntungan atau manfaat dirasakan jamaah jika bandara lain juga dibuka untuk keberangkatan umroh. Sudah saatnya pemerintah tidak lagi menggunakan kebijakan OGP keberangkatan umroh. 

"Ya manfaatnya di antaranya, jamaah tidak mengeluarkan biaya untuk berangkat ke Jakarta dan begitu juga sektor usaha di daerah terutama hotel bisa tetap survive di masa pandemi," katanya. 

Syam mamastikan, Sapuhi menyambut baik dan mengapresiasi rencana pemerintah membuka bandara Juanda untuk penerbangan umroh. Syam berharap bandara lain juga segera direalisasikan dibuka untuk umroh. "Sapuhi juga berharap beberapa bandara lain juga dibuka," katanya. 

Hal itu tersebut kata dia untuk memberikan kemudahan bagi jamaah Umroh dapat berangkat langsung ke Arab Saudi melalui bandara yang dekat dengan kota atau daerah setiap jamaah. "Sudah saatnya pemerintah segera mempertimbangkan untuk menghapus kebijakan satu pintu," katanya.     

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini